cerita mbun

Manfaat Pengembangan Diri Bagi Ibu, Jadi Ibu Berkualitas!

10 komentar
                                Jadi ibu yang berkualitas





Stereotip perempuan yang sudah menikah tentang sumur, dapur, kasur itu masih terus saja terdengar. Perempuan yang sudah menikah seolah tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengurus suami dan anak.

Memang tidak ada salahnya jadi ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga adalah profesi mulia yang dilakukan oleh perempuan. Meski kadang statusnya sering dipandang sebelah mata bahkan oleh sesama perempuan.

Lain ibu rumah tangga, lain ibu yang bekerja diluar rumah. Yang malah dianggap lepas tanggungjawab dari mengurus suami dan anak. Ya terus harus gimana?

Maka dari itu, seorang ibu harus berkembang. Karena manfaat pengembangan diri bagi seorang ibu banyak sekali dampaknya bagi diri sendiri dan keluarga.

Definisi Pengembangan Diri


Aku jadi ingat ketika setiap kali melakukan interview, selalu aku bilang ingin mengembangkan diri. Mau resign pun dengan alasan ingin mengembangkan diri. Aku merasa diri ini harus berkembang lagi dari yang sekarang.

Seperti belum puas dengan sesuatu, pengembangan diri jadi alasan. Belum puas sama apa yang telah dipelajari.

Definisi Self improvement

 

Dilansir dari LMS SPADA Indonesia, Pengembangan Diri atau sekarang istilahnya Self-Improvement adalah aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri (self-awareness), mengembangkan bakat dan potensi, serta meningkatkan kualitas hidup.

Karena pengembangan diri ini mendorong kita untuk menjadi sesuatu dan mencari makna atau jati diri, prosesnya bisa seumur hidup. Wajar saja ya, aku merasakan hal diatas yang selalu ingin mencari dan mencari.

Mengapa Ibu Harus Mengembangkan Dirinya?


Aku sendiri tidak mau jadi ibu yang “biasa-biasa saja”. Aku ingin jadi ibu yang berkuaitas. Sumur, dapur dan kasur juga butuh ilmu untuk mengaplikasikannya. Perlu proses belajar untuk tercapainya keluarga bahagia.

Yang hampir sebagian orang lupa adalah mendidik anak juga butuh ilmu. Bayangkan jika seorang ibu tidak tahu apa-apa ketika anaknya bertanya, bahkan ketika anaknya butuh stimulasi untuk berjalan dan berbicara. Disitulah peran ibu sebagai madrasah pertama bagi anaknya.

Mengapa ibu harus mengembangkan dirinya?

 

Aku tidak sedang membandingkan ibu jaman dulu yang tidak sekolah tapi berhasil menyekolahkan anaknya sampai doktor. Aku berbicara tentang hari ini dimana kita sebagai wanita menurutku punya banyak previllage untuk berkembang.

Meski banyak ibu yang tidak berkesampatan sekolah tinggi, tapi kesempatan belajar itu selalu ada. Pengembangan diri bisa dilakukan secara otodidak. Mencari sumber referensi tentang pola pengasuhan untuk kita pelajari.

Apalagi sebagai istri juga perlu mengimbangi suami. Ketika suami meminta pendapat kita tentang masalah keuangan, pekerjaan dan lain-lain masa kita diam saja? Seorang ibu juga punya vokal didalam menjaga relationship. Ibu berhak menyuarakan pendapatnya tentang perumah tanggaan.

Ibu Berhak Memperhatikan Diri Sendiri


Kesibukan sebagai ibu yang mengurus suami dan anak, terkadang lupa akan kebahagiannya sendiri. Sekedar bisa me-time dengan nonton drakor Doctor Lawyer aja sudah bahagia.

Tapi unikya ibu udah dikasih kesempatan bisa me-time malah merasa bersalah karena menikmati waktu tidak bersama dengan anak.

Me-time itu perlu, jadi jangan pernah merasa bersalah karena sudah bisa me-time. Maka dari itu, Ibu juga bisa mengembangkan dirinya lebih baik lagi.

Memperhatikan diri sendiri dengan cara mengembangkan potensi yang ibu miliki. Tidak hanya bergelut dengan urusan domestik, tapi Ibu juga bisa tumbuh.

Manfaat Pengembangan Diri Bagi Seorang Ibu

Ibu yang selalu mengupgrade dirinya dengan yang tidak



Manfaatnya akan terasa sekali jika ibu mengembangkan dirinya. Ibu lebih percaya diri menjalankan aktivitas di rumah. Ibu yang mengupgrade selalu dirinya akan berbeda dengan ibu yang tidak mau belajar.

Meski ijazah sarjana tapi di rumah saja selalu dikucilkan. Yang penting kita tahu potensi dalam diri masing-masing untuk berkembang. Berikut manfaat pengembangan diri yang aku lakukan di rumah. 

1. Menjadi Pribadi yang Lebih Kuat


Ibu mengembangkan dirinya bukan untuk menyaingi suaminya di rumah. Tapi ketika di rumah terjadi masalah, ibu bisa lebih tangguh mengelola emosinya.

2. Menjadi Lebih Terarah


Ibu yang tahu potensi dalam dirinya, menjadi lebih terarah. Meski dari rumah saja, dia bisa melakukan banyak hal.

3. Menjadi Fokus


Mengembangkan diri menjadikan diri lebih fokus. Aku merasa setelah melahirkan,aku jadi pelupa. Tapi, dengan menyibukkan diri menulis di blog, maka aku jadi semakin fokus. Tidak lupa lagi nyimpen minyak wangi Aqlan dimana, hehe.

4. Tidak Mudah Stress


Urusan domestik, dikerjakan setiap hari tanpa bantuan siapa yang gak stress ya? Tapi kalau kita sudah mengenali diri sendiri dari pegembangan diri tersebut, stress tidak akan mudah menghampiri.

Rasa lelah sudah pasti ada, tapi karena punya pegangan yang kuat maka rasa lelah tersebut bisa memicu kita untuk kembali semangat.

5. Ibu Jadi Produktif

Mengembangkan diri mendorong kita untuk lebih maju lagi. Sehingga banyak karya yang bisa kita hasilkan.

6. Terciptanya Keluarga yang Harmonis 


Aku selalu percaya kalau Ibu itu pondasinya rumah tangga. Jika Ibunya bahagia, maka suami dan anak akan ikut bahagia. Dan ajaibnya energinya itu besar banget sampai bisa masak, beres rumah, nyuci semua dikerjakan saking semangatnya.

Tapi, kalau Ibu dibikin sedih, wah jangan harap deh ada makanan di rumah, hehe.


Bagaimana Cara Ibu Melakukan Pengembangan Diri?


Banyak cara yang bisa dilakukan oleh Ibu untuk mengembangkan dirinya. Baik Ibu bekerja maupun di rumah. Semua punya kesempatan untuk menciptakan keluarga yang harmonis. 

Mengenali diri sendiri juga termasuk dari pengembangan diri. Kenali diri sendiri apa yang disuka dan bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Berikut cara yang bisa Ibu coba untuk mengembangkan diri.

1. Mengikuti Kelas Online


Mengikuti berbagai kelas online yang Ibu sukai juga bisa mengembangkan bakat dan potensi yang ada dalam diri.

Kelas online juga melatih kemampuan kita dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Belajar disiplin dengan deadline yang sudah ditentukan. 

2. Mengikuti Diskusi atau Seminar

Mengikuti seminar atau Live Talk di media sosial atau offline dapat memperkaya wawasan kita. Membicarakan isu yang terjadi hari ini. Perempuan juga harus melek dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

3. Melakukan Hobi


Menyenangkan sekali jika kita bisa melakukan hobi. Jika dilakukan lebih intens, maka semakin terasah hobi kita. Apalagi jika sampai menghasilkan uang, seneng banget ya.

4. Menulis di Blog


Menulis itu sebagai healing juga buatku peribadi. Dari menulis aku bisa mengeluarkan gelombang kepala kalau kata lagunya Yura Yunita-Dunia Tipu-tpi, hehe.

Seperti aku yang sedang mengembangkan diri melalui tulisan ini di rumah onlineku. Aktif kembali di blog, melihat tulisan lamaku dengan sekarang sangat jauh berbeda. Itu membuktikan kalau aku sedang berkembang. Berkembang menuju lebih baik lagi. 


5. Gabung Komunitas


Mengikuti komunitas menambah jaringan pertemanan kita. Bisa berbagi cerita dan pengalaman.

Dari mengikuti berbagai komunitas juga aku merasakan dampaknya. Satu frekuensi dengan teman-teman  di komunitas merasa lebih percaya diri.

6. Banyak Membaca


Membaca membuat kita semakin kaya akan literasi. Membaca harus terus dilakukan meski sudah berganti status sebagai Ibu.

Menjadi Ibu yang gemar membaca, akan ditiru kelak oleh anaknya menjadi gemar membaca pula. 

Kesimpulan

Semua wanita baik yang belum menikah, istri atau ibu berhak mengembangkan dirinya. Tentu sesuai kodratnya sebagai wanita. Bukan untuk menyombongkan diri, tapi sebagai aktualisasi diri.

Agar ilmu yang kita miliki tidak berhenti sampai di kita, tapi bisa berbagi kepada yang lain. Yuk, kita jangan pantang menyerah untuk selalu berkembang jadi Ibu yang berkualitas. Kamu mengembangkan diri dengan cara apa? Share yuk.







Related Posts

10 komentar

  1. Semangat mengembangkan diri para ibu, yeay!

    BalasHapus
  2. Keren bgt mb...betul, semua wanita hrs sll mengembangkan dirinya,mengupgrade wawasannya supaya menjadi pribadi yang lbh baik&lbh bermanfaat

    BalasHapus
  3. masyaAllah mba, bener banget menjadi ibu itu perlu ilmu, tidak hanya seadanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mbak, mana gak ada sekolahnya tapi harus terus belajar, hehe.

      Hapus
  4. Bener juga ya mbak mau interview atau resign bilangnya pengembangan diri.. dan sampai sekarang juga masih proses pengembangan diri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa betul mbak, prosesnya panjang sekali. Bahkan bisa seumur hidup.

      Hapus
  5. Setuju Mba, kita harus upgrade diri dulu sebelum mengajarkan ke anak

    BalasHapus

Posting Komentar