cerita mbun

Penyebab Anak Marah Sebelum Tidur

12 komentar
Dampak membentak anak sebelum tidur

Memiliki anak usia toodler cukup bikin pusing dengan tingkah lakunya. Terkadang menguras emosi karena sering tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas. Hal itu juga terjadi pada Aqlan yang sering marah secara tiba-tiba dan menjelang tidur.

Aku heran kenapa ya semua ini bisa terjadi? Pasalnya, anak sedang anteng bermain tiba-tiba marah dan kesal sendiri padahal tidak ada yang mengganggunya. Dibiarkan malah semakin marah, didekati apalagi. Gimana tidak pusing menghadapi ekspresinya yang marah dengan spontanitas dan perilakunya yang menantang?

Kalau mau tidur juga harus marah dulu, padahal kalau tidur ya tidur aja. Aku jadi penasaran dan riset mengenai kondisi Aqlan yang seperti itu, khawatir akan mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Bercandaku sama suami, "jangan suruh Aqlan tidur, percuma mending suruh aku aja yang tidur." Saking begitu sulitnya menidurkan Aqlan apalagi kalau di tambah dengan kondisi anak yang marah.

Penyebab Anak Balita Marah Menjelang Tidur

Meski usia 3 tahun anak sudah bisa bicara dan menjelaskan perasaannya, seperti kalau kejedut, Aqlan akan bilang, “aduh sakit Mbun.” atau ketika dia meminum susu. Dia akan bilang, “Aqlan mau susu Mbun.”

Merasa anak sudah bisa mengekpresikan apa yang dirasa, seharusnya begitu juga kan kalau mau tidur? Ternyata kenyataannya tidak seperti itu. Mesti ngereog dulu kalau mau tidur. 

Tugas kita sebagai orang tua untuk mencari tahu penyebabnya. Jangan-jangan tanpa sadar, kita sendiri yang menjadi penyebab anak menjadi marah kalau mau tidur. Duh, semoga nggak ya. Ingat, jangan sampai kita juga jadi ikutan marah ya ketika anak sedang marah. 

1. Tidak Nyaman

Dilansir dari Fimela ada beberapa penyebab yang membuat anak marah sebelum tidur. Perasaan tidak nyaman dirasakan anak menjelang tidur. Bisa karena suasana kamar yang panas atau terlalu dingin.

Mendidik anak usia toodler
Menangis masih menjadi senjata bagi anak untuk mengungkapkan apa keinginan dan yang di rasakannya sekalipun anak sudah bisa bicara. Mungkin bagi orang tua padahal tinggal bilang saja ya kalau nggak nyaman atau ingin sesuatu. Nyatanya memang anak balita masih proses belajar untuk itu semua. Kita bisa mengenalinya melalu bahasa cinta anak yang ia tunjukkan pada kita.  

2. Merasa Lapar

Bisa jadi karena anak merasa lapar, lalu anak menjadi marah. Biasanya kalau Aqlan selalu minum susu dulu sebelum tidur.

Perhatikan lagi pola makannya, buatkan jadwal makan setiap harinya agar ketika ia tidur dia sudah makan makanan pokok. Beri jarak dari makanan pokok ke cemilan. Sehingga perut anak tidak akan merasa lapar saat akan tidur kembali.

3. Masih Ingin Bermain

Semakin besar, anak membutuhkan waktu yang semakin sedikit untuk tidur. Hal tersebut membuatnya ingin selalu bermain sepanjang waktu. Jika waktu anak dipakai untuk bermain sepanjang hari juga tidak baik, kita perlu membiasakannya untuk tidur siang. 

Dalam keadaan masih ingin bermain biasanya anak akan marah jika disuruh tidur. Hal ini juga yang membuat aku semakin susah untuk menulis karena Aqlan yang meminta perhatian lebih. Bermain selalu ingin ditemani aku. 

4. Merasa Ditinggal

Fase kecemasan yang dirasakan anak ini hal yang biasa dialami anak. Terbiasa setiap waktu dengan orang tua membuatnya merasa takut dan cemas jika tidur akan ditinggal orang tua. 
Sebagian anak mungkin akan menjadi marah sebelum tidur karena merasa takut. Orang tua bisa memberi penjelasan yang menenangkan kalau mereka akan tetap ada meski anak sedang tidur.
Berikan bantal atau selimut kesayangan mereka agar anak tetap merasa nyaman. Sama halnya dengan Aqlan yang selalu tidur dengan bantal kesayangannya dari bayi yang selalu dibawa kemana-mana. Setiap mau tidur Aqlan selalu bilang, "mau tidur sama Mbun" sambil memeluk aku. 

Mungkin dengan memelukku adalah cara Aqlan agar merasa nyaman saat tidur. Temani anak sampai ia tertidur pulas.

5. Adanya Distraksi Sebelum Tidur

Suara yang berisik di sekitar anak bisa mengganggu kenyamanan anak. Anak sudah mengantuk, bisa kembali terjaga karena adanya distraksi dari luar yang membuatnya penasaran.

Kalau kembali melanjutkan tidur Alhamdulillah, tapi kalau malah menjadi segar kembali dan mencari tahu apa yang terjadi, malah membuat orang tua menjadi lelah. Anak jadi tidak tidur dan kembali bermain. 

Sebiasa mungkin jaga agar anak tidak mengalami distraksi termasuk dalam penggunaan gadget. Jangan memberikan gadget saat anak akan tidur. 

Cara Mencegah Anak Marah Sebelum Tidur

Kalau sudah tahu penyebabnya, mari kita coba cegah agar anak bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak tanpa harus marah-marah terlebih dahulu.

Dilansir dari YouTube Dunia Parenting, ada beberapa cara mengatasi anak marah sebelum tidur.

1. Ciptakan Rutinitas Tidur

Salah satu cara mencegah anak marah sebelum tidur, kita bisa ciptakan rutinitas sebelum tidur. Kita bisa mengajak anak untuk cuci tangan dan kaki, membaca buku atau berdoa dulu sebelum tidur. 

Penyebab anak jadi pemarah
Dengan menciptakan kebiasaan tersebut anak jadi tahu kalau sudah saatnya tidur. Sehingga anak juga akan mempersiapkan dirinya untuk tidur. Tidak mudah marah karena sudah menjadi rutinitas yang harus dilakukan ketika akan tidur. 

2. Berikan Anak Pilihan

Anak belum bisa mengendalikan kapan ia merasa mengantuk atau masih ingin bermain. Berikan anak pilihan masih ingin bermain atau tidur. 

Biasanya aku suka mengajak Aqlan untuk tidur jika sudah lama bermain. "Aqlan tidur siang yuk" atau jika akan tidur malam mengajaknya dengan memberikan waktu, "10 menit lagi tidur ya."

3. Hindari Penggunaan Gadget Sebelum Tidur

Hindari penggunaan gadget 2 jam sebelum tidur.
Cahaya biru pada gadget dapat mengurangi rasa kantuk anak.

Anak malah semakin bersemangat, semakin lama lagi untuk tidur. Kita bisa beri penjelasan kalau sudah cukup waktunya untuk menggunakan gadget. Lakukan batas screentime pada anak agar penggunaannya tidak berlebihan.

4. Buat Suasana Kamar yang Nyaman 

Menciptakan suasana kamar yang nyaman bisa membuat anak segera mengantuk dan tidur. Mematikan lampu salah satu tanda kalau waktunya tidur telah tiba. Kebiasaan ini jadi membuat Aqlan tahu kalau lampu dimatikan pertanda tidur dan dia sendiri yang meminta lampunya untuk dimatikan. 

Pastikan suhu kamar tidak panas atau dingin. Jika menggunakan kipas, pastikan kipas selalu dalam keadaan bersih dan tidak terlalu kencang. Kipas sebaiknya memantul jangan terlalu di arahkan ke hadapan anak. 

Jik menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin yang bisa membuat anak kedinginan dan tidak nyaman. 

5. Perbanyak Sentuhan Fisik

Memperbanyak interaksi berupa sentuhan pada anak. Bisa dengan memeluk dan mengusap-usap punggungnya. 

Jangan marahi anak sebelum tidur ya karena dapat memiliki dampak buruk pada anak. Bentakan tidak akan membuat informasi jelas, meninggikan suara membuat anak lebih ekspresif. 

Rutin minta maaf sebelum tidur. Meminta maaf tidak membuat orang tua lemah justru malah membuat anak akan belajar bahwa setiap manusia kadang bisa berbuat kesalahan dan harus diperbaiki. Memang tidak mudah, namun selalu ada ruang belajar parenting agar anak dan orang tua sama-sama tumbuh.

Kesimpulan 

Semakin besar anak semakin ingin terus bermain tanpa mengenal lelah. Meski begitu, tetap kita harus perhatikan pola istirahatnya. Jangan sampai anak kelelahan dan mengganggu tumbuh kembangnya. 

Anak marah di usia toodler adalah hal yang normal karena anak juga masih belajar untuk mengendalikan emosinya. Tidak usah Ikut-Ikutan marah dan tantrum, bentakan orang tua hanya akan membuat anak merasa takut dan cemas. Adakah anaknya yang marah dulu sebelum tidur? Jangan khawatir, kenali dulu penyebab anak marah sebelum tidur ya.

Referensi:

https://www.fimela.com/parenting/read/4528084/penyebab-anak-tantrum-sebelum-tidur-dan-cara-mengatasinya?page=2

Related Posts

12 komentar

  1. makasih banyak mbun,


    postingannya bermanfaat sekali, anakku usia 1 tahun 5 bulan akhir-akhir ini selalu tantrum menjelang tidur, kadang juga tengah malam tiba-tiba nangis terbangun..

    BalasHapus
  2. Ya Allah...setiap hari hadapi anak Tantrum kadang buku. Stress .. artikelnya bermanfaat sekali

    BalasHapus
  3. Keponakan-keponakan saya susah sekali diajak tidur karena terdistraksi saudara-saudaranya sendiri yang masih kecil (4 anak, rentang usia 1-8 tahun). Solusinya bagaimana ya, Bunda Aqlan?

    BalasHapus
  4. betul ini mbak, kunci utamanya adalah kenali penyebab anak marah sebelum tidur dan kondisikan waktu tidur agar si kecil tenang.

    BalasHapus
  5. Membiasakan meminta maaf sebelum tidur. Kalimat yang ini sangat menarik. Saya setuju sekali mbak. Mungkin selama ini kita sebagsi orang tua malah belum membiasakan hal seperti ini, yaitu minta maaf sebelum tidur.

    BalasHapus
  6. So far alhamdulillah kalau saya belum pernah mengalami anak-anak marah sebelum tidur. Tapi tentang memperbanyak sentuhan fisik, ini dia yang kadang suka bikin bingung, coz anaknya ada 4, dan mereka suka berebut pengen dipeluk pas tidur, jadinya rebutan deh, yang ga kebagian trus nangis.. hehe

    BalasHapus
  7. Memang harus dibiasakan untuk tidur di jam tertentu ya..kalau tidak..pasti bablas aja jam tidur tidak akan teratur

    BalasHapus
  8. usia toodler memang cukup menantang bagi emaknye ya mbak, terlebih dalam hal mengelola emosi. Aku juga terus belajar bab itu, dan menghindari gadget sebelum tidur ini penting banget, biar enggak merembet kemana-mana

    BalasHapus
  9. Setiap anak itu unik kok, sulung saya malah sampai TK tuh begadang, jadi untuk mengurangi dia tidur larut dengan mencegah tidur siang terlalu lama

    BalasHapus
  10. Anak-anakku banget, nih, susah diajak tidur. Kalau yang aku liat, sih, mereka masih ingin main. Siga nu lebar kitu kalau waktu dipakai buat tidur teh. Aku biasanya ngajak baca buku, tapi nggak langsung tidur, malah lama minta dibacakannya. He-he.

    BalasHapus
  11. aduh anak-anak dan bapak sama aja ya...anaknya disuruh bobok eh bapaknya yang minta tidur dulu. saya kalo kecapekan udah deh tak tinggal tidur, tar dianya juga nyusul. memang mengatur pola rutinitas anak itu penting biar terkondisikan. InsyaAllah bagus juga untuk tumbuh kembang dan kesehatannya

    BalasHapus
  12. Wah, bener banget sih mbak, kalau anak udah marah dan tantrum itu bawaannya emak pengen tantrum juga. Apalagi aku bukan tipe emak-emak ibu peri ya. Tapi alhamdulillah nya anakku kayaknya nggak pernah marah-marah dulu kalau mau tidur, justru tantrumnya tuh pas lagi nggak tidur. Kapanpun itu, memang penting untuk mengetahui penyebab anak marah atau tantrum, supaya kita bisa ngerti cara menyikapinya gimana, ya kan... Semangat emak-emak semua! Kita wonder women! Hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar