cerita mbun

Cara Mengenalkan Buku pada Anak. Sulit atau Mudah?

14 komentar
Sulit atau mudah


Semua orang tua pasti ingin tumbuh kembang anaknya berjalan dengan optimal. Selain dengan memberikan nutrisi dengan gizi yang cukup bagi anak, anak perlu stimulasi yang membantunya tumbuh dengan baik.

Mengenalkan buku pada anak menjadi salah satu cara yang tepat untuk menjalin ikatan dengan anak. Di tengah gempuran gadget saat ini, membaca buku juga bisa menjadi solusi agar anak tidak kecanduan gadget.

Mengenalkan buku pada anak bukan berarti harus memaksakannya bisa membaca di usia dini. Mengenalkannya buku dengan konsep membaca nyaring atau biasa dikenal dengan read aloud.  

Membaca nyaring ini bukan berarti dengan teriak-teriak, namun dengan intonasi yang menarik dan mimik wajah yang menggambarkan karakter sesuai yang ada di buku anak. Lalu, kapan sih idealnya anak sudah bisa dikenalkan dengan buku?

Kapan Anak Mulai Dikenalkan dengan Buku?

Tidak ada batasan usia untuk mengenalkan buku pada anak. Kita sudah bisa mengenalkan buku pada anak bahkan sejak dalam kandungan loh. Mengenalkan buku sejak dini pada anak bisa membuat anak semakin lama tertarik dengan buku. 

Dilansir dari Alodokter, ada urutan usia yang disesuaikan ketika dikenalkan dengan buku. Mengenalkan buku jadi tepat sasaran dan mudah dipahami anak.

Usia 0-6 bulan

Meski belum bisa melihat dengan jelas, bayi hingga usia 6 bulan sudah bisa melihat warna dan orang terdekatnya. Pada usia ini dikenalkan buku yang lebih banyak gambarnya daripada tulisannya karena bayi lebih tertarik terhadap warna dan bentuk.

Untuk keamanan bayi juga bisa dikenalkan bantal buku dan boneka tangan. Berbentuk dari kain sehingga aman untuk dipakai bayi bermain.
Orang tua juga bisa mengembangkan cerita sesuai imajinasi.

Jadi kalau misalkan ditanya kapan bayi mulai dikenalkan buku, jawabannya usia 0-6 bulan sudah bisa dikenalkan buku. 

Usia 7-12 bulan

Pada usia ini anak sudah mengerti dengan apa yang kita ucapkan. Sehingga dia mengerti karakter dari buku yang kita ceritakan. Agar anak tertarik dengan cerita kita, kita bisa menceritakan dengan intonasi dan mimik wajah yang lucu.

Kita bisa menceritakan kejadian yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Kita juga bisa mengulang setiap kata agar mudah diingat di memori anak.

Misalkan di buku ada gambar kucing, kita bisa bilang, "kucingnya lucu yaa kaya kucing yang di depan rumah itu."

Aqlan paling suka kalau aku udah cerita dinosaurus. Sampai sekarang yang teringat dan selalu diikuti Aqlan adalah mimik dinosaurus yang mengaum "aaarrrrr". Kita juga bisa menggunakan alat bantu seperti mainan mobilan atau boneka untuk mendukung cerita tersebut.

Tapi, anak usia ini paling suka dengan hewan dan buah-buahan. Hingga saat ini Aqlan jadi pandai menirukan suara hewan. Sudah bisa menirukan berbagai suara hewan akibat dibacakan buku setiap hari.   

Usia 13-18 bulan

Di usia ini kita sudah bisa mengenalkan buku yang memiliki beberapa kalimat namun tetap dengan gambar yang menarik. Kita bisa melakukan improvisasi, tidak perlu mengikuti dengan detail kalimat yang ada di buku.

Ajak anak untuk berdiskusi dan berkomentar tentang gambar yang ada di buku. Seperti berapa jumlah burungnya ya? Kucingnya warna apa ya? Meski belum terlalu menanggapi setidaknya kita bisa membentuk anak untuk berpikir dan memiliki rasa ingin tahu.

Selain intonasi suara, kita juga bisa memperagakan bagaimana karakter yang ada di buku. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi.
Kita bisa mengenalkan kalimat-kalimat yang detail. Ketika menemukan bagian yang lucu, kita bisa beraksi dengan bertingkah lucu. Anak pasti senang dan tertawa melihat gerakan kita. 

 

Usia 19-24 bulan

Pada fase ini anak sudah mulai mengenal buku yang sering ia baca. Membacanya berulang membuat anak mengingat buku apa yang sering ia baca. Saat anak dibacakan buku, mereka sesungguhnya sedang belajar komunikasi.

Gunakan suara yang jelas agar anak mudah memahami apa yang kita ceritakan. Di usia ini anak sudah matang untuk dikenalkan dengan buku. Ajak anak untuk menyimak isi buku.

Pada usia ini juga anak lebih aktif dan berperilaku menantang. Orang tua harus lebih sabar dan berbicara dengan lembut namun tanpa menghilangkan ketegasan. Kalau udah aktif gini, bagaimana kita tahu kalau anak tertarik dengan buku?

Bagaimana Anak Tertarik dengan Buku?

Masa golden age

Anak usia dibawah 3 tahun mudah sekali meniru perilaku kita. Tak heran jika mereka disebut peniru ulung dan disebut masa golden age.

Sangat disayangkan jika kita melewatkan kesempatan emas itu tanpa dibarengi dengan kegiatan yang positif. Membentuk karakter di usia ini lebih mudah dibanding usia sesudahnya. 

Saat anak melihat dan menggunakan buku, jelas tidak seperti orang dewasa ketika membacanya. Anak menggunakan buku dengan membuka-buka buku dari kanan dan kiri atau sebaliknya. Kalau bukunya tipis bisa jadi di robek sama anak. Tapi ketika Aqlan usia 2 tahun dia sudah tidak merobek buku lagi. 

Kalau tidak dirobek mungkin akan dijilat menganggapnya bisa dimakan. Lama-lama anak akan paham kalau buku bisa menceritakan sesuatu. Buku adalah hal yang wajar dan kita butuhkan dalam hidup.

Saat mengenalkan anak buku anak juga belajar bahasa Reseptif, yaitu kemampuan memahami pembicaraan atau gestur orang lain. Serta bahasa ekspresif, kemampuan membuat pesan yang dimengerti orang lain.

Anak belajar kemampuan bahasanya verbal (bicara) dan non verbal (bahasa tubuh) seperti ekspresi, tatapan mata dan gestur.

Proses komunikasi inilah yang menyebabkan terjadi pertukaran, informasi dan ide, pengirim dan penerima pesan serta penyampaian pesan yang efektif.

Agar tidak menyesal melewatkan masa golden age tersebut, simak manfaatnya berikut yuk!

Manfaat Mengenalkan Buku Pada Anak

Membaca buku membuat cara berpikir kita menjadi luas. Sebagai orang tua kita ingin anak bisa memahami sesuatu melalui buku. Membuat anak mencintai buku tentunya perlu kita latih karena mengenalkan buku pada anak banyak sekali manfaatnya.

Berikut manfaat mengenalkan buku pada anak yang dijelaskan oleh dr. Sally Palit, Sp.A (Dokter Spesialis Anak RS Lira Medika). Dokter Sally bisa dihubungi melalui Instagram pribadinya @salipalit dalam webinar yang berjudul  Manfaat Membacakan Cerita Untuk Anak dan Pengaruh Terhadap Tumbuh Kembang Si Kecil berlangsung selama 1 jam lebih. 

1. Membangun Bonding

Manfaat membacakan buku pada bayi bisa membangun quality time antara orang tua dan anak. Anak menjadi terbuka dengan orang tua. Aqlan lebih suka bermain dengan mobilan truknya, kalau udah bosan bermain mobilan biasanya aku suka quality time dengan menceritakan buku.

Ikatan orang tua dan anak akan terjalin saat kita bercerita tentang isi buku. Anak akan merekam momen indah mereka saat dibacakan buku. Disitulah komunikasi terbentuk antara anak dan orang tua. Kita jadi bisa memahami bahasa cinta anak

2. Membangun Kognitif

Mengenalkan buku pada anak dapat merangsang perkembangan kognitif seperti membangun logika dan melatih panca indera seperti mulut, mata dan pendengaran.

Dengan apa yang kita ceritakan membuat anak ikut berpikir dan mencari jawabannya. Melihat gambar yang ada dibuku ikut melatih apa yang ia lihat.

"Lihat Aqlan, mulut ayamnya berkokok lebar!" Lalu kita bisa bertanya, mulut ayamnya yang mana ya? Kalau mulut Aqlan yang mana?" Kita bisa beri pertanyaan balik untuk merangsang keingintahuannya.

3. Melatih Imajinasi

Mengenalkan buku pada anak membantu meningkatkan kreativitas pada anak. Kreativitasnya akan terlihat ketika dia sedang bermain atau saat membaca buku. 

Cerita dalam buku bisa merangsang imajinasi anak. Bantu anak mengutarakan kreativitasnya dengan bertanya apa yang ia lihat di buku dan kenapa bisa seperti itu?

4. Mengenal Alfabet

Sering membuka buku, anak jadi sering melihat huruf dalam beberapa kalimat. Secara tidak langsung kita juga mengajarkan anak mengenal huruf alphabet.

Meski belum bisa memahami, tak mengapa jika hanya sekedar mengenalkan huruf. Bukan berarti harus bisa baca ya, Bun.

5. Menambah Rasa Tahu

Membaca buku pada anak membuat anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan anak menjadi kritis. Jangan patahkan semangat anak jika dia banyak bertanya.

Jawab pertanyaan anak dengan lembut agar mudah dipahami anak. Mengenalkan buku juga jadi langkah awal pembelajaran anak sehingga anak jadi menyukai buku.

6. Melatih Komunikasi

Terjadinya komunikasi antara orang tua dan anak ketika kita bacakan cerita untuk anak. Anak jadi bisa mengatakan keinginannya. Saat baca buku jga Aqlan sering request buku apa saja atau halaman apa saja yang ingin dia lihat.

Dari situ muncul diksi baru yang akhir-akhir ini Aqlan ucapkan yaitu "jejak kaki" ketika ia melihat gambar di buku. Aku heran sendiri darimana ya Aqlan mendapatkan kosa kata ini, padahal aku belum pernah menjelaskan tentang jejak kaki. 

Aku baru paham kalau bertambahnya kosa kata karena Aqlan sering dibacakan cerita di buku. tulah kekuatan mengenalkan buku pada anak dari sejak usia 0-6 bulan, melatih anak dengan sendirinya menambah kosa kata.

7. Menumbuhkan Minat Baca

Membuat anak lebih tertarik dengan buku daripada gadget. Lihat saja ketika anak melihat buku dibanding dengan benda yang lain. Anak jadi lebih antusias.

Membacakan buku pada anak jadi momen yang dirindukan oleh anak dan ditunggu-tunggu kehadirannya.

Lalu untuk mendapatkan manfaatnya bagaimana cara mengenalkan literatur buku bacaan pada anak usia dini? Apakah sulit?

Cara Mengenalkan Buku Kepada Anak

Meningkatkan bonding
Ada banyak cara untuk mengenalkan anak pada buku. Tanpa disadari orang tua dengan sendirinya juga sudah bisa mempraktikan pada anak.

Mengenalkan buku pada anak bukan hal yang sulit, namun juga tidak bisa dianggap remeh. Bunda dan Ayah bisa coba cara berikut untuk mengenalkan buku pada anak:

1. Bacakan Buku Setiap Hari

Agar anak merekam memori membaca buku, maka perlu dikenalkan buku setiap hari. Tidak perlu lama-lama yang penting setiap hari ada interaksi dengan buku karena anak juga mudah bosan.

Tidak perlu memaksakan anak jika tidak mau ya Bun. Bila perlu jadwalkan membaca buku saat anak sedang kondusif. 

2. Buat Membaca Jadi Momen yang Menyenangkan

Aktifnya si kecil seringkali membuat kita kerepotan untuk menyuruhnya diam. Jangan menaruh ekspektasi yang tinggi ketika mengenalkan buku pada anak. 

Tidak perlu menargetkan usia tertentu agar anak bisa baca. Itu hanya akan membuat kita dan anak sama-sama lelah. 

Tidak boleh memaksa anak untuk duduk diam dan mendengarkan. Itu hanya akan membuat momen membacakan buku untuk anak jadi hal yang menakutkan. Jika anak sudah tidak ingin membaca dan tidak mau duduk, biarkan saja tidak perlu dipaksa.

3. Biarkan Anak Memilih Buku yang Ia Suka

Jika di rumah anak memiliki lebih dari satu buku, ajak anak untuk memilih buku yang ia suka. Aqlan selalu aku tawarkan buku apa yang ingin aku bacakan. Dengan begitu tumbuh rasa suka dan mengingat kembali apa yang ingin dia lihat di buku.

Membiarkan anak memilih membiarkan anak belajar mengambil keputusan dan itu akan berguna ketika dewasa nanti. 

4. Diskusikan dengan Anak Isi Buku yang Dibaca

Ajak anak turut memberi komentar terhadap isi buku. Anak pasti senang dilibatkan dalal cerita di buku. 

"Yaaaahh kucingnya jatuh (sambil memasang mimik wajah sedih), kasian nggak Aqlan sama kucingnya?" Aqlan akan menjawab, "Iya kasian Mbun."

Lalu aku akan membalas jawaban Aqlan dengan, "Kalau kasian sebaiknya kucingnya diapakan ya" Beri pertanyaan untuk membuat anak berpikir. Merangsang logikanya dengan nilai-nilai kebaikan.

5. Berikan Contoh Kepada Anak Kalau Kita Juga Suka Baca Buku

Biasanya kalau aku membawa buku Aqlan, maka aku juga akan membawa buku aku dengan bilang, "Ini buku Aqlan (sambil nunjuk buku aku) dan yang ini buku Mbun.
 
Jika anak melihat kita membaca, anak cenderung akan mengikuti kita membaca buku. Makanya sebisa mungkin aku berusaha tidak menggunakan gadget depan anak meski sangat sulit, agar anak juga tidak penasaran dengan gadget

6. Ajak Anak ke Perpustakaan 

Jika di sekitar rumah Bunda ada perpustakaan, bisa nih ajak si kecil untuk berkunjung kesana. Mengenalkan banyak buku yang bisa ia pilih. 

Anak akan sangat antusias karena beragam buku yang siap dibaca. Siapa tahu juga jadi nambah teman karena bertemu teman-teman baru di perpus.

Kesimpulan

Minat baca di Indonesia masih terbilang rendah. Inilah saatnya mamah milenial untuk ambil peran dalam meningkatkan minat baca anak untuk menyiapkan generasi muda yang gemar membaca. 

Tentunya bukan hal yang mudah, terlebih tantangan digital sekarang membuat banyak anak teralihkan pada gadget. Maka, perlu dikenalkan buku sejak dini bahkan sejak dalam kandungan.

Mengenalkan buku pada anak banyak sekali manfaatnya yang bisa kita rasakan dalam sehari-hari. Mau merasakan manfaatnya juga? Yuk kenalkan buku sedari dini. Sudahkah si kecil dikenalkan dengan buku, Bun? 



Sumber Referensi:

https://www.yenisovia.com/2017/09/mengapa-membaca-buku-perlu-dikenalkan-pada-anak-sejak-dini.html

Webinar Manfaat Membacakan Cerita Untuk Anak dan Pengaruh Terhadap Tumbuh Kembang Si Kecil dengan narasumber dr. Sally Palit, Sp.A (Dokter Spesialis Anak RS Lira Medika Karawang) di YouTube Lira Medika.

Artikel Alodokter

Related Posts

14 komentar

  1. Yang amat terasa manfaatnya adalah bonding antara anak dan orang tua. Selain itu komunikasi juga terjalin, jadi anak tidak akan kesulitan bicara

    BalasHapus
  2. Menarik sekali. Saya sering lihat ada buku anak-anak yang kalau dibuka ada ilustrasi lucu-lucu yang timbul di halaman bukunya. Istilahnya apa saya kurang tahu, haha. Sepertinya itu metode bagus untuk membantu anak-anak mengenal buku. Mungkin Mbak pernah pakai buku itu dan ada cerita menarik darinya?

    BalasHapus
  3. Anak2 batita dan balita paling senang dikasih buku bantal atau pop up gitu sih pengalamanku. Selain itu orang tua bisa mendongeng malam sebelum mereka tidur. Itu akan menciptakan bonding terbaik yang akan selalu menjadi kenangan anak di masa kecil.

    BalasHapus
  4. Bukan hal yang mudah, terlebih di jaman serba gadget seperti sekarang. Tapi bukan berarti tidak mungkin juga ya. Saatnya kita makin semangat untuk mengajak anak cinta membaca melalui buku fisik dengan menerapkan beberapa tipsnya.
    Semangat!

    BalasHapus
  5. yang jadi tantangan itu sama anakku yg udah bisa baca nih. meski sejak kecil dibacakan buku diia skrg suka menolak dibacain dan kalau baca seringnya dalam hati. ada tipsnya ga mba?

    BalasHapus
  6. Yang aku ingat dulu, salah satu cara ibuku mengenalkan buku dan membuatku suka baca karena beliau memberi contoh langsung. Suka baca buku di depanku.

    BalasHapus
  7. Gempuran gadget bikin banyak anak yang kehilangan kedekatan dengan buku
    Paling mudah ya dari orang tua harus memberi contoh. Karena anak itu meniru apa yang dilihatnya

    BalasHapus
  8. Bagi aku yang masih calon seorang ayah, udh punya niatan bakalan nanemin budaya membaca untuk nanti buah hati. Cuman masih bingung kan, melihat tips dari kakak, saya jadi dapat gambaran kasar nya. Makasih

    BalasHapus
  9. Rasanya saya telat baca ini, mbak. Tapi semoga semakin banyak ibu ibu yang memiliki balita membacanya. Anak saya sudah besar-besar dan tidak begitu suka membaca buku. Saya sendiri suka baa buku. sedih sebenere, tapi ya mungkin karena salah mengarahkan.

    BalasHapus
  10. Pokoknya nanti menjelang punya anak, yang aku mau persiapin adalah nabung buat beli buku yang banyak wkwk. Banyak loh kasus di mana orang tua lebih milih nyodorin gadget daripada buku. Dengan alasan kalau gadget bisa lebih praktis, langsung diberi ke anak. Tapi kalau buku mesti dibeli dulu.

    BalasHapus
  11. Sulit atau mudah? Jawabannya tergantung sudut pandang kita. Kalau kita sebagai ortu sudah biasa membaca buku di depan anak, otomatis anak bisa ikutan terbiasa. Terlebih kalau sekaligus didorong secara halus.

    BalasHapus
  12. Memperkenalkan buku ke anak emang sangat penting. Kalau aku pribadi meyakinkan anak2 kalau buku itu jendela dunia, dengan buku bisa menambah wawasan dan akan menemukan jawaban atas apapun yang ditanyakan. Dimulai dari mengajak anak sering ke toko buku atau perpus trus memaparkan buku di rumah seperti membacakan cerita dll lama2 mereka akan tertarik baca sendiri.

    BalasHapus
  13. Sudah di tahap cukup bahagia menuai hasil mendekatkan anak dengan buku. Sekarang mereka betah kalau diajak bercengkrama dengan buku atau diajak ke perpustakaan

    BalasHapus
  14. Apa aku dulu suka disodorin buku juga yaaa jadi suka banget sama buku gini, kalau mampir ke toko buku pasti ada aja yang kebeli hha

    BalasHapus

Posting Komentar