cerita mbun

Mau Ibadah Haji dan Umroh? Begini Persiapannya!

1 komentar
Haji dan umroh 101
Assalamu'alaikum Sahabat Mbun semua. Alhamdulillah yaa kita masih bisa merasakan momen Iduladha bersama keluarga. Lebaran Iduladha ini aku tidak mudik, berkumpul bersama keluarga suami saja.

Alhamdulillah mau di mana pun, bersama keluargaku atau keluarga suami yang penting masih bisa merasakan nikmat sehat dan kebersamaannya.

Senang sekali, ini pertama kali aku shalat sunat Iduladha pasca melahirkan. Sebelumnya, aku belum berani membawa Aqlan ke mesjid karena khawatir akan mengganggu kenyamanan jamaah lain.

Aqlan yang aktif kesana kesini dan mudah bosan menjadi pertimbangan aku tidak pernah membawanya ke mesjid untuk shalat sunat. Khawatir kegerahan, tidak nyaman lalu jadi menangis. Aku tidak mau ketika shalat anak menangis dan hilang kekhsyuanku.

Mungkin setiap orang tua punya pandangan yang lain, terkait ini tidak masalah juga membawa anak jika dirasa memungkinkan, yang penting saling menghormati dan menghargai saja. 

Baiklah, kok malah jadi cerita tentang pengalaman shalat Iduladha, hehe. Soalnya ini momen spesial banget buatku. Saking senangnya malah jadi bercerita panjang. 

Selain pengalaman pertamaku yang begitu spesial buatku, ada momen spesial lain yang tak kalah menarik datangnya dari Komunitas Blogspedia.

Tahun kan komunitas ngeblog paling kece yang bernama Blogspedia? Nah, komunitas ngeblog ini membuat acara live Instagram yang juga pertama kali loh setelah sekian lama!

Daebak, bisa samaan gini “first time”-nya sama Blogspedia? Apakah kita jodoh? Ehh apa sih. Penasaran Blogspedia bahas apa saja selama live streaming Instagram? Simak terus sampai akhir ya insight yang aku dapat ini tentang persiapan ibadah haji dan umroh.


Live Instagram Blogspedia tentang Ibadah Haji dan Umroh

Asliiii! Ini tuh acara live Instagram yang paling seru banget! Jujur aja ini juga jadi live streaming yang aku tonton sampai selesai, haha. Aku jarang nonton live Instagram siu, sekalinya nonton live Instagram, males aja bawaannya jadi udah keluar sebelum waktunya selesai, hehe. 

Kalau di Instagram soalnya kalau buka aplikasi lain, jadi terpotong. Beda kalau kita menggunakan zoom. Zoom masih bisa terhubung meski kita sedang buka WhatsApp.

Temanya tentang Haji dan Umroh 101 yang dilaksanakan pada hari Jum'at, 21 Juni 2024 jam 7 malam ini menarik banget, sampai aku simak dari awal sampai akhir malah "gatal" pengen nanya terus. Tapi, ya gantian sama member yang lain kan, yang nonton lumayan banyak. Soalnya memang se-seru itu.

 
Pergi berkunjung ke tanah suci


Ibadah haji termasuk Rukun Islam yang ke-5, tapi kok rasanya aku sendiri minim banget pengetahuan tentang ibadah haji dan umroh. Kok kaya nggak ada keinginan untuk pergi umroh gitu seperti yang orang-orang lakukan. 

Hanya karena merasa belum punya tabungan. Kenapa aku hanya diam saja, mengeluh, tapi tidak mencari tahu ilmunya. Tidak berusaha menabung untuk menggapainya 

Sejak tahu akan ada acara ini hatiku bergetar, dan aku mulai mencari tahu ilmu tentang ibadah haji dan umroh. Sebetulnya bukan ke ilmu fiqihnya, tapi lebih ke teknisinya seperti apa yang aku sama sekali ngasih kurang ilmunya. Beruntung aku ikut menyimak diskusi hangat bersama Bu Rita, langsung sebagai tour leader biro haji dan umroh yang berlokasi di Semarang. 

Aku semakin tertampar dengan pernyataan dari Bu Rita. Acara yang dipandu oleh Kang Sugianto, selaku ketua Blogspedia membuat aku banyak menganggukkan kepala dan berdecak kagum. Seketika aku langsung membayangkan aku beserta keluarga pergi haji bersama-sama, aamiin yaa Rabbal ‘alamiin.

Bu Rita dan suami mengaku pernah mengalami kekeliruan dalam berpikir. Bu Rita berpikir kalau haji ini hanya untuk orang yang mampu. Jadinya selalu menyimpan keinginan berhaji karena menganggap diri belum mampu.

Merasa masih punya banyak hutang, masih ada tanggungan anak, dan cicilan-cicilan lainnya yang membuat berpikir secara keuangan tidak akan mampu. Padahal pergi ibadah haji dan umroh, bukan hanya perkara keuangan.

Ibadah haji ini adalah undangan bagi semua umat manusia. Baik yang muda atau tua, kaya atau miskin, sehat atau sakit. Ibarat kita diundang, kembali kepada kita lagi, apakah kita upayakan untuk datang atau tidak.
Allah sudah beri kita tempat tinggal, kendaraan bahkan makan kita Allah yang kasih tiga kali sehari, tapi kok kita masih merasa tidak mampu untuk pergi berhaji?
"Belum mampu" itu sifatnya sangat individual. Kenapa bisa ada tukang bubur naik haji? Atau tukang becak naik haji? Bahkan yang punya pendapatan besar atau tetap setiap bulannya saja masih meras sebelum mampu. Lalu kapan mampunya? 

Bu Rita bercerita bahkan ia memberangkatkan jamaah yang menggunakan kursi roda, yang cuci darah terus dan ada yang berusia sepuh. Secara logika jelas tidak mampu. Tapi, jika sudah niat nyatanya Allah mampukan mereka untuk umroh.  

Merasa belum mampu ini hanya "perasaan" saja. Mau punya rumah tapi belum ada uangnya, tapi mampu mencicil hingga lunas. Masa uang umroh sekitar 25 juta aja nggak mampu? Rumah sudah ditambah 1, masih saja meras sebelum mampu. Kalau belum merasa mampu secara finansial, lakukan perencanaan keuangan agar uangnya terkumpul. 

Jangan cuman jadi resolusi, tapi kita berupaya untuk menjadikannya kenyataan dengan membayar DP untuk pergi umroh. Bu Rita yang angkatan Blogspedia batch 1 ini kembali menjelaskan kalau niat ibadah umroh ini ibarat kita menyukai seorang gadis, kita beli mahar dulu untuk mengikatnya. 

Jika kita sudah membuat prioritas, otak kita sendiri akan menggiring kita pada sesuatu yang kita anggap prioritas. Jika kita merasa tidak mampu maka selamanya juga akan merasa tidak mampu. Kadang undangan Allah untuk pergi haji saja kita anggapnya bukan untuk kita, karena kita belum mampu.

Dalam Firman Allah Q.S. Al Imran ayat 96-97, menjelaskan bahwa hanya orang-orang yang mampu yang bisa pergi ibadah haji. Semoga kita termasuk yang mampu pergi haji atau umroh ya. Kadang logika kita tidak sesuai, tapi iman yang menentukan.

Sebelum berangkat tentunya banyak hal yang harus kita persiapkan.

Persiapan Ibadah Haji dan Umroh yang Perlu Kita Ketahui

Bu Rita pertama kali pergi umroh tahun 2018. Dalam pengalamannya, Bu Rita memberikan tips apa saja yang harus dipersiapkan karena ibadah haji ini soal fisik. Terkadang kita yang sehat dan bugar saja masih kewalahan, bagiamana dengan orang tua kita yang mungkin kesehatannya sudah menurun.

1. Memperbanyak Ilmu

Tentunya sebelum berangkat, bekali diri dengan ilmu, karena kita ke tanah suci untuk beribadah, tidak mau kan kalau ibadahnya sia-sia hanya karena kita tidak belajar apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Caranya bisa bermacam-macam, salah satunya dengan big why kenapa kita pergi berhaji. Cari forum-forum yang membahas tentang kajian haji dan umroh. Pokoknya perbanyak belajar. 

2. Pakaian Saat Haji

Kalau teknis dari segi pakaian lelaki memakai pakaian ihram sebanyak 2 lembar untuk menutup pundak dan sebagai sarung. Sedangkan bagi wanita yang menutupi seluruh tubuhnya. 

3. Jika Sedang Haid

Manusiawi jika kita merasa cemas jika sedang haji atau umroh malah haid. Yakin saja, jika selama ibadah haji kita tidak akan haid. Kalaupun ketika sampai sana haid, juga tidak apa-apa karena sudah dapat pahalanya.

Mungkin kita merasa sayang, sudah jauh-jauh ke sana tapi tidak bisa shalat di Masjidil Haram atau kegiatan ibadah lainnya. Haid juga kan datangnya dari Allah. Meyakini kalau haid juga bagian dari rezeki dari Allah yang kita dapat.

Bisa juga mencegahnya dengan minum pil penunda haid. Walaupun kita meminumnya, belum tentu juga sesuai rencana. Bisa jadi siklusnya lebih lama atau tetap haid. Kembali lagi, sebaiknya kita memang meyakini kalau selama kita berangkat akan baik-baik saja.


Bagaimana Caranya Menabung Umroh?

Ini salah satu pertanyaan dariku. Aku penasaran apakah kita bisa pergi umroh dengan cara menabung? Bagaimana caranya?

Bu Rita menjelaskan kalau travel umroh itu bekerja sama dengan lembaga keuangan. Kita bisa memulai menabung dengan dua cara.

  • Nominal yang ditentukan. Misalkan kita ingin pergi umroh dalam waktu 5 tahun. Dana yang kita keluarkan untuk menabung kita-kita 600 ribu per bulan. Biaya per bulan ditentukan kapan keberangkatan kita.
  • Nominal yang tidak ditentukan. Ini bebas saja tidak ada patokan per bulan. Jika kita punya uang 300 ribu ya silakan disetorkan, atau punyanya 1 juta, boleh juga untuk disetorkan. Tergantung kita ingin menyetor sesuai jumlah uang yang kita miliki. 
Namun keduanya harus dimulai dengan DP terlebih dahulu sebagai pengikatnya atau bukti tanda keseriusan kita. DP (Down Payment) atau uang muka bisa dimulai dari 500 ribu, 1 juta atau 5 juta. 

Sebagai penyemangat kita, Bu Rita memberi tahu kalau ada sebuah komunitas yang berjumlah ribuan se-Indonesia yang melaksanakan umroh 5 tahun sekali, karena mereka komitmen menabung per bulannya. 

Masya Allah aku iri banget. Semoga kita juga bisa ya komunitas ngeblog umroh bareng-bareng. Aamiin paling kenceng!

Kalau saling percaya, uang menabung boleh dititip di travel. Tapi, Bu Rita tidak menyarankan jika hanya sebatas kenal saja. Harus benar-benar teman dekat. Lebih aman, memang di lembaga keuangan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan saling percaya. Kan biar sama-sama enak aja.

Menabung Sudah, Terus Kapan Waktu yang Tepat untuk Umroh?

Waktu keberangkatan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kita.

Dari segi waktu, sepanjang tahun ideal untuk umroh. Beda dengan ibadah haji, yang khusus saat bulan Dzulhijah. 

Hanya saja, perhatikan suhu di Mekkah. Januari hingga Maret musim dingin. Sedangkan musim panas terjadi pada bulan Juni-September dengan puncak panas di bulan Oktober, hingga air kran pun ikut panas.

Jika menyukai cuaca yang sejuk bisa pilih keberangkatan di bulan Maret. Meski cuaca dingin, justru rentan mengalami dehidrasi karena tidak merasa haus jadi kurang minum. Baik cuaca dingin maupun panas, tetap harus jaga kesehatan tubuh agar tetap terhidrasi. 

Bu Rita menyarankan agar kita selalu memakai pelembab, karena cuaca panas di sana ekstrim bisa mencapai 45 derajat dan membuat kulit kering dan bibir pecah-pecah. 

Laki-laki juga sama harus menggunakan pelembab. Bahkan yang tidak kuat bisa menyebabkan mimisan saking panasnya. Kalau perempuan sudah terlindungi karena menggunakan kaos kaki, meski begitu tetap menggunakan pelembab. Menggunakan topi lebar dan kacamata.

Sedangkan musim dingin bisa mencapai 15-16 derajat dan membutuhkan jaket tebal agar tidak kedinginan. Biasanya sebelum ibadah haji ramai dan sesudahnya sepi. 

Dari segi momen, kita bisa pilih sesuai dengan cuti kerja, kuliah atau liburan sekolah. Tentunya harga di akhir dan awal tahun bisa lebih mahal.

Sedangkan waktu kita umroh di sana 9 hari. Umroh sendiri dilakukan selama 3 jam, namun karena sudah sampai di sana masa iya nggak kemana-mana? Hehe. Selama 9 hari itu biasanya ziarah di Raudhah, besoknya umroh lagi. 

Selama bulan Ramadhan bisa full 1 bulan penuh. kalau bulan biasa sekitar 9-12 hari. 

Jalur Keberangkatan Haji di Indonesia

Dari diskusi santai tentang haji dan umroh ini, Bu Rita membagikan pengalamannya pada tanggal 6 Januari lalu saat membimbing umroh, beliau  membimbing rombongan haji anak-anak muda dan peserta tambahan nenek-nenek yang sudah tua. 

Lucunya, anak-anak muda rentan usia 20-30 ini malah yang paling kelelahan dibandingkan nenek. Nenek ini justru jalan dengan tenang dan santai, meski jalannya sudah mulai goyang beliau tetap tidak mau dibantu, namun dari pihak travel tentu mengawasinya. 
Haji reguler Indonesia

Ibadah haji itu memang soal fisik, kadang kita yang bugar saja kewalahan apalagi yang sudah tua? Makanya Bu Rita gencar banget mengkampanyekan Ayo Haji Muda

Makanya, yuk kita nabung dari sekarang. Setelah ikut diskusi ini justru aku mau diskusikan sama suami tentang pergi haji dan umroh ini. Mertuaku juga pernah menyarankan agar kami segera menabung tabungan haji. 

Namun, seperti pengalaman Bu Rita dulu, kami merasa belum mampu, sehingga terus menunda untuk bisa menabung tabungan haji dan malah memprioritaskan kebutuhan yang lain. Meski bukan pelaku compulsive shopping disorder, tapi kok rasanya susah banget buat menabung. 

Padahal kuota dari pemerintah dan masa tunggunya saja lama. Belum tentu bisa langsung berangkat meskipun ada uangnya. Berikut beberapa jalur keberangkatan haji di Indonesia:

1. Haji Reguler

Haji reguler merupakan kuota resmi dari pemerintah Indonesia dengan masa tunggu selama 33 tahun. Biaya tahun ini sebesar 48 juta. 

Untuk bisa berangkat melalui haji reguler kita mendaftarkan diri haji, untuk mendaftarkan kursi. Pelunasan bisa dilakukan saat akan berangkat haji. 

2. Haji Plus

Haji plus juga sama merupakan kuota resmi dari pemerintah Indonesia. Namun, bedanya fasilitas lebih banyak dan masa tunggu lebih singkat dibanding haji reguler. 

Masa tunggunya 7 tahun dengan fasilitas hotel bintang 3 atau lima.

3. Haji Furoda 

Haji Furoda merupakan undangan haji kerajaan. Dapat jatah langsung dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Malalui jalur ini, saat menerima visa haji furoda dari pemerintah Arab Saudi. 

Fasilitasnya lebih mewah dari haji plus. Biaya yang dikeluarkan untuk haji furoda tahun ini sebesar 231 juta rupiah. Visa tersebut aman dan legal. 


Sedangkan untuk umroh, tersedia umroh mandiri, artinya diri sendiri yang mengelolanya. 
Umroh sendiri tidak apa-apa, asalkan memang sudah terbiasa pergi ke luar negeri sendiri. 

Namun, jika ada kesulitan dihadapi sendiri seperti resiko perjalanan, sakit atau meninggal di sana. Lebih enak dengan travel, ada yang bantu persiapan dan membantu kita jika dalam kesulitan. 

Umroh mandiri legal, yang tidak boleh adalah menghimpun orang, mengumpulkan visa karena untuk menjadi penyelanggara umroh tidak mudah dan harus mempunyai izin khusus.

Visa kunjungan atau wisata boleh, yang tidak  diizinkan adalah visa non haji karena sudah mengambil hak orang lain. Sudah disediakan berapa jumlah jamaah, ehh ini malah seenaknya untuk menggunakan hak orang lain. 

Pemerintah Arab Saudi sampai mengeluarkan fatwa bahwa visa ziarah yang digunakan haji, hajinya tidak sah karena sudah memakan hak orang lain.

Selama Umroh, di Sana Ngapain Aja?

Selesai melaksanakan ibadah umroh, para jamaah umroh akan diajak untuk melihat hamparan kebun kurma dan melakukan Thaif yang termasuk kunjungan khusus. 
 

Bagaimana Cara Memilih Travel Umroh yang Amanah?

Ini yang paling ditunggu-tunggu! Pastinya akan bingung sekali baru pertama kali pergi umroh, gimana caranya cari travel umroh yang bisa dipercaya. 

Nggak mau sampai tertipu! Bukan rahasia umum lagi kalau banyak oknum dalam bidang biro haji dan umroh. Bahkan sampai menggaet tokoh agama untuk dijadikan role model dan sampai menyewa ruko agar terlihat seperti travel yang besar dan sukses. 

Nggak ada takut-takutnya menipu dalam urusan agama. Hiliiihhh merinding!

1. Biro Harus Sudah Punya Izin

Lihat track record bironya. Jika menggaet tokoh agama yang kita kenal sekalipun, harus lihat strukturnya dari atas hingga bawah, karena sudah banyak kasus ustad-ustad sampai pusing dan menjual sawah untuk mengganti rugi biaya yang sudah dibawa kabur oknum biro travel haji dan umroh. 

Bahkan tokoh agama juga tidak tahu menahu. Di kota-kota besar, biasanya bironya juga sudah besar dan banyak yang amanah. 

2. Perhatikan Biaya Umroh

Jangan pernah tergiur dengan biaya yang gila-gilaan hingga tidak masuk akal. Biaya umroh masih masuk dikisaran 25 juta. Jika ada yang menawarkan di bawah 20 juta wajib waspada!

Jangan sampai terjadi lagi kasus travel lagi yang membawa kabur uang jamaah karena ada missing dalam managemen keuangan gara-gara menawarkan umroh 15 juta sudah fasilitas lengkap. 

Ketika dalam antrian haji meninggal, maka bisa diwariskan pada ahli warisnya.  

Umroh Bawa Anak. Emang Boleh?


Kita bisa membawa anak saat umroh, namun harus diperhatikan lagi apakah kita sudah siap melayaninya selama di sana. Harus bisa menurunkan ego bahwa mungkin membawa anak kecil tidak akan bisa ibadah maksimal.

Misalkan saat kita ingin shalat di Masjidil Haram, tapi anak masih ngantuk, kan nggak mungkin kita paksa juga untuk ikut orang tuanya shalat.

Jika ingin membawa anak saat umroh, jangan lupa bawa mainan kesayangannya dan berbagai macam buku untuk menghindari kebosanan anak. 

Umroh Dulu, Bayar Kemudian. Emang Bisa?

Sekarang ada konsep umroh dulu, pulangnya baru lunasi cicilannya. Bu Rita sangat tidak menyarankan dengan menggunakan metode ini, karena bisa dzalim sama diri sendiri, nanti pulang malah jadi beban. 

Pulang umroh pengen tenang, ehh malah nambah cicilan umroh, hehe. Serba mudah mengakses digital, sampai umroh juga ada Paylater-nya.

Dengan modus pulang umroh rezeki melimpah. Yaa Aamiin Alhamdulillah, tapi kan kita juga harus punya perhitungan. Jika tetap mau mencicil setelah pulang, pastikan menyicil di lembaga keuangan terpercaya.

Lembaga keuangan punya analisis terhadap keuangan jamaah, sehingga bisa memutuskan apakah jamaah approved atau tidak untuk membayar cicilan di akhir kepulangan. 


Terkait Banyak Konten yang Bertebaran tentang Haji dan Umroh

Fenomena konten saat umroh ini kembali lagi pada niatnya. Selama tidak menganggu konsentrasi ibadah ya tidak apa-apa. Konten bisa dilakukan setelah ibadah umroh.

Jangan sampai saat ibadah malah sibuk ngonten hingga ibadah jadi tidak fokus. Bu Rita sendiri sebagai penyelenggara butuh mendokumentasikan setiap yang umroh, karena siapa tahu itu haji pertama dan terakhirnya.

Kesimpulan 

Keinginan ibadah haji dan umroh jangan sampai jadi wacana, niatkan mulai dengan mengikuti kajian yang membahas tentang haji dan umroh dan perbanyak ilmunya dulu.

Semoga Allah mampukan kita semua untuk beribadah ke tanah suci. Aamiin yaa rabbal 'alamiin. Share dong, bagaimana keseruan sahabat Mbun bisa pergi haji atau umroh?




Related Posts

1 komentar

  1. Masyaallah lengkap bgt mba. Obrolan seru yg dirangkum jd panjang juga ya. Tp lengkap. Semoga yg ngga ikut live kmarin bisa baca tulisan ini.

    BalasHapus

Posting Komentar