cerita mbun

Indikator Perkembangan Anak usia 3-4 Tahun

Indikator perkembangan anak

Sebagai ibu muda yang baru melahirkan 3 tahun lalu, ada rasa khawatir terhadap tumbuh kembang anak. Bermodal dari seminar parenting, baca buku, meminta pendapat Mama dan diskusi dengan teman yang sudah berpengalaman.

Apakah yang dilakukan sudah tepat atau belum, sesuai atau tidak dengan anak, dan lain-lain. Namanya juga baru punya anak, belum punya pengalaman dalam merawat anak.

Pentingnya ada check list indikator perkembangan anak agar kita bisa aware dan melakukan penanganan segera jika tidak sesuai dengan tumbuh kembang anak sesuai usianya.

Pentingnya Melakukan Ceklis Indikator Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun

Indikator perkembangan anak 3 tahun merupakan suatu kemampuan yang dicapai anak. Apa saja tahapan yang sudah dilalui atau dicapai anak dari semenjak ia lahir hingga usia 6 tahun.

1. Membantu Identifikasi Keterlambatan

Dengan adanya indikator perkembangan anak, kita jadi bisa segera tangani jika ada keterlambatan dalam tumbuh kembang. Sehingga dampak yang terjadi tidak terlalu besar di masa depan.

Membantu orang tua mengidentifikasi apakah tumbuh kembang anak sudah sesuai dengan usianya atau belum. Jika dirasa anak terlambat dalam perkembangannya, segera dicek tumbuh kembangnya oleh dokter.

Pengalaman seorang teman yang merasa bersyukur karena segera mengetahui bahwa ada sesuatu yang berbeda dari anaknya. “Untung aku segera periksakan anakku ke dokter tumbuh kembang karena aku merasa anakku kehilangan fokusnya, kalau dipanggil nggak mau nengok.” Biasanya insting Ibu itu memang kuat banget ya. 

Banyak kasus tumbuh kembang anak yang telat ditangani karena orang tua yang kurang aware. Tahu-tahu pas sudah besar, sudah sulit perawatannya.

2. Memaksimalkan Pertumbuhan Anak

Dengan adanya indikator perkembangan anak, kita bisa ceklis apa saja yang sudah dicapai oleh anak. Jika sudah ada catatannya, kita bisa lebih mudah untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak.

Jika diusia 3-4 tahun dia tertarik dengan buku cerita, maka sebagai orang tua kita sediakan buku untuk anak baca. Mengenalkan cerita menarik lain atau membacakannya.

Jika anak menyukai seni, maka arahkan anak di bidang tersebut untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya.

3. Membantu Stimulasi Anak

Jangan pernah berpikir kalau nanti anak akan bisa dengan sendirinya. Anak perlu di stimulasi agar tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya. Jika terlambat bicara, berjalan atau kurang memahami perintah orang tua kita bisa bantu untuk menstimulasinya.

Ceklis apa saja indikator perkembangan anak usia 3-4 tahun, jika dalam aspek perkembangan anak ada yang kurang, Bunda harus lebih sabar karena hasilnya tidak terjadi begitu saja, ada proses yang dilalui anak.

Aqlan usia 3 tahun belum bisa mengendarai sepeda roda 3, aku terus melakukan stimulasi dengan membantunya belajar menggoes sepeda. Mungkin kemampuannya menggunakan sepeda tidak menonjol, namun ia unggul dalam hal lain.
Pentingnya indikator perkembangan anak


Daya ingatnya tinggi, ia akan ingat terus apa yang aku lakukan dan kejadian yang pernah ia alami. Ketika ia melihat burung, seketika ia bilang, “Waktu itu Engkong (Kekek) nangkap burung.” 

Dalam hati aku berkata, loh padahal kejadian itu sudah sangat lama, namun ia masih saja mengingatnya. Begitu juga perihal menagih janji, maka ia akan mengingatnya terus. 

Ia juga pandai dalam menyebutkan angka 1-10 dan bermacam warna beserta bahasa inggris.

Apa Saja yang Termasuk Ceklis Indikator Perkembangan Anak 3-4 Tahun?


Ada beberapa aspek perkembangan anak yang perlu kita ketahui untuk mengetahui perkembangan anak apakah sudah optimal atau belum.

1. Moral dan Nilai Agama

Moral dan nilai agama merupakan pondasi penting dalam mendidik anak. Menerapkan nilai-nilai agama dengan melafalkan doa-doa keseharian.

Menerapkan perilaku yang baik pada anak. Anak belajar berperilaku baik dan sopan kepada orang lain. Mulai melakukan gerakan ibadah secara sederhana. 

Menirukan bacaan berdoa atau gerakan berdoa. Sebelum makan dan sesudah makan aku biasakan Aqlan untuk berdoa. Meski belum bisa mengikuti secara sempurna bacaannya, hanya yang terdengar jelas kata "aamiin" saja, wkwk. Mengangkat kedua tangannya pertanda Aqlan akan berdoa. 

Menyayangi makhluk ciptaan Allah dan tidak merusaknya. Pernah Aqlan iseng mencabuti tanaman yang tumbuh di halaman. Aku jelaskan bahwa tumbuhan juga makhluk ciptaan Allah dan kita tidak boleh merusaknya.

Sudah bisa mengucapkan kata maaf jika melakukan kesalahan, terima kasih jika diberi sesuatu, dan tolong jika butuh bantuan. Mengucapkan salam jika berkunjung ke rumah teman.

Jika Aqlan akan ke kamar tetehnya, dia bilang "Assalamu'alaikum tok tok teteh." Gemes banget kalau dia udah bilang salam, hihi. 


2. Perkembangan Sosial dan Emosional

Standar perkembangan sosial dan emosional ini adalah anak mampu berinteraksi dengan orang lain. Membentuknya mandiri dan muncul rasa percaya diri.

Biasakan anak untuk meminta izin bila menggunakan barang milik orang lain. Aqlan sudah tahu kata pinjam. Jika ingin meminjam barang milik orang lain dia akan bilang, "Aqlan pinjam ya." Begitu juga sebaliknya dengan konsep berbagi dengan mengizinkan orang lain meminjam mainannya. 

Jika punya banyak makanan, anak akan berbagi bersama temannya. Susu bisa mengadukan apa yang ia alami kepada orang tua. "Aqlan sakit Mbun, jatuh di situ." Sudah bisa bercerita apa yang ia rasakan, lihat dan dengar. Besar dikit nanti sudah bisa jadi teman curhat ya, hehe. 

3. Perkembangan Bahasa

Indikator perkembangan bahasa anak usia 3-4 tahun yaitu perkembangan bahasa. Anak memiliki banyak pembendaharaan kata. Anak semakin lancar berbicara. 

Anak usia 3-4 tahun sudah mulai banyak bicara dan bertanya tentang cerita yang ia dengar atau yang ia tonton. Sudah bisa komunikasi dua arah dan bisa mengikuti perintah orang tua. 

Sudah bisa menyebutkan namanya sendiri dan menyampaikan pesan kepada orang lain. Misalkan aku minta tolong, "Aqlan bangunin Ayahnya." Lalu Aqlan akan segera bangunin ayahnya katanya disuruh aku, wkwk.

4. Perkembangan Kognitif 

Perkembangan kognitif anak

Anak mampu mengklasifikasikan sesuatu dan menyelesaikan permasalahan. Mengelompokkan benda tertentu.

Aqlan suka main mobilan, kalau aku perhatikan is suka mengelompokkan mobil berdasarkan warna. Warna kuning dijejerin semua, warna merah juga begitu dan seterusnya. Kadang ia mengelompokkannya ke dalam jenis mobil, ada mobil yang kecil atau yang besar, dan lain-lain.

Sudah tau kapan pagi, siang dan malam. Lucu banget kadang kalau dia bangun bilang, "Wah Mbun sudah pagi."

5. Aspek Perkembangan Fisik dan Motorik

Mampu melakukan gerakan sederhana dan kordinasi yang baik. Seperti menuang air dari teko ke gelas, berjalan jinjit, melompat.

6. Perkembangan Seni

Anak mengekspresikan diri melalui seni dan gerakan tari. Anak-anak suka bernyanyi, bertepuk tangan dan joget.

Aqlan bisa sih melakukan itu semua tapi dia seperti tidak tertarik dengan musik dan lagu. Lagu yang ia hafal aja cicak-cicak di dinding saja.

Kalau aku kasih buku dan pulpen pun dia tidak tertarik. Tembok jadi aman karena nggak ada coretan. Biasanya kan anak kecil suka menggambar di tembok, ini Aqlan tidak pernah. 

Tapi, kalau baca buku dia suka. Mungkin bakatnya bukan di seni ya, hehe. 

Kesimpulan

Bagi ibu yang mempunya anak usia 3-4 tahun penting sekali melakukan indikator perkembangan anak usia 3-4 tahun. Demi tumbuh kembang anak yang optimal dan agar ibu juga tidak khawatir jika ada keterlambatan dalam tumbuh kembangnya karena segera dilakukan penanganan. 

Terus lakukan stimulasi untuk mendapatkan tumbuh kembang yang optimal sesuai usianya. Lakukan ceklis pencapaian apa saja yang sudah anak lakukan. Untuk lebih lengkapnya Ayah dan Bunda bisa baca kegiatan sensorik anak 3 tahun.
Yuk sharing Bunda apa saya yang sudah anak capai diusia 3-4 tahun?


Referensi:

https://www.roemahaura.com/indikator-perkembangan-anak/

http://www.evisyahida.com/2020/05/checklist-indikator-diknas.html


Related Posts

12 komentar

  1. Tentunya sebagai ibu harus banget tahu perkembangan anak secara detail ya kak, apalagi sekarang ilmu parenting sudah tersebar dimana-mana dan aksesnya lebih mudah lagi. Baru tahu juga ternyata ada indikator untuk usia perkembangan anak. Walaupun masih belum jadi ibu, aku dapat inshigt baru lagi nih.

    BalasHapus
  2. Aku ini sempet worried sama perkembangan bahasanya Ece, tapi ternyata anak anak usia 3-4 ini termasuk masa emas yang cepet banget untuk menangkap sesuatu. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala sama sekali.

    BalasHapus
  3. Penting banget mengetahui checklist perkembangan anak. Orang tua mengetahui sang anak sudah mencapai apa perkembangannya. Termasuk checklist bahasa. Sayangnya nggak setiap orang tua peduli atau sempat melakukannya. Habis baca artikel ini saya jadi kepingin rutin melakukan checklist. Makasih atas artikelnya Kak. (Supadilah)

    BalasHapus
  4. Zaman dulu kalau ada delay pada tumbuh kembang anak, sama Eyang-eyang nasihatnya cuma "nanti juga bisa sendiri". Lah...salah banget kayak gitu mah.
    Ibu harus punya indikator tum-bang anak, apalagi di usia 3-4 thn adalah masa Golden Age. Kalau kita abai, kan bakalan ketinggalan jauh nantinya. Jadi harus segera diatasi kalau ada delay kan...

    BalasHapus
  5. Betul sekali, usia 3-4 tahun sangat perlu pemantauan tumbuh kembangnya anak. Terus, kita mulai aware dengan hal-hal berkaitan dengan itu supaya anak bisa berkembang dan tumbuh dengan optimal.

    BalasHapus
  6. Jadi ingat jaman anak-anak masih kecil, buat raport yang bisa di download bebas dari salah satu situs, mengamati perkembangan anak-anak sudah sampai mana ya, apalagi yang perlu distimulus, anak 3 beda-beda hasilnya

    BalasHapus
  7. Aqlan gemes banget ciiii. Seperti halnya to do list untuk kegiatan kita sendiri, ternyata checklist perkembangan anak juga sangat membantu ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. adanya checklist perkembangan anak ini membantu banget ya, jadi kelihatan hal apa yang sudah sesuai dan tidak sesuai, kemudian apa yang perlu distimulus kemudian evaluasi ulang

      Hapus
  8. Checklist perkembangan membantu memantau bunda ya mbak. terimakasih insightnya

    BalasHapus
  9. Biasanya di usia 3-4 tahun ini, kebutuhan sosialisasi anak tinggi. Krn memasuki usia pra sekolah juga, banyak yg belum berani kadang2 ya mb.. Mungkin harus banyak stimulasi dg bertemu orang baru ya?

    BalasHapus
  10. Bener banget ya mbak, anak usia 3-4 tahun harus terus kita pantau perkembangannya. Dari anak pertama dan kedua, saya amati ada perbedaan mencolok. Si kakak pertumbuhannya lebih slow sempat bikin saya agak galau, sedangkan si adek cepet banget. Jadi treatmen stimulus nya pun berbeda.

    BalasHapus
  11. langsung ngecek indikator yg belum berkamng di anak saya. dan saya sepakat memiliki keunikan dalam pertumbuhan dan perkembangan setiap anak berbeda

    BalasHapus

Posting Komentar