Cerita Mbun

Membeli Rumah dengan Sistem KPR. Untung atau Rugi?

Untung atau Rugi?


Memiliki rumah di usia muda adalah impian bagi semua orang apalagi bagi pasangan yang sudah menikah. Namun harga rumah bukanlah sesuatu yang murah dan mudah didapatkan. Beli rumah juga tidak semudah kita beli gorengan, karena berkaitan dengan hukum dan pihak bank. Ada akad jual beli disitu.

Tapi, punya rumah impian di zaman sekarang juga tidak sepenuhnya sulit. Karena banyak perusahaan properti yang mengusung sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tinggal ajukan dokumen sesuai persyaratan trus accept deh. Sebelumnya, perhatikan dulu  langkah-langkah berikut sebelum membeli rumah dengan sistem KPR.

Langkah-langkah yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah KPR

Banyak yang harus kita pertimbangkan untuk membeli rumah dengan sistem KPR agar angsuran tiap bulannya lancar dan tidak ada halangan. Apalagi beli rumah hunian itu untuk jangka waktu yang lama. Gak mau kan nyesal di akhir?

1. Mengukur Kemampuan Keuangan

Jangan memaksakan diri jika keuangan belum mampu membeli rumah dengan sistem KPR. Nantinya akan memberatkan saat cicilan. Terasa mencekik jika semua pendapatan per bulan kita alokasikan untuk membayar cicilan. Harus punya presentasi untuk membayar cicilan tersebut.

2. Pilih Rumah yang Diinginkan

Segera tentukan rumah yang ingin kamu beli. Aku selalu percaya kalau rumah itu bisa mempunyai kekuatan untuk kita berkeasi. Maka, carilah rumah dengan lingkungan yang nyaman.

3. Tanyakan Persyaratan dengan Detail Agar Tidak ada Kesalahpahaman Nantinya

Kamu harus baca dari awal sampai akhir dengan detail surat perjanjian jual beli rumah. Jika, ada yang tidak paham, tanyakan kepada pihak developer.

4. Persiapkan Dokumen

Jika semua sudah dipikirkan matang-matang, persiapkan dokumen agar persyaratan kita disetujui oleh pihak bank. Tapi, jangan melakukan berbagai cara agar diterima oleh pihak bank ya, itu bisa melanggar hukum.

5. Perhatikan Jeuntungan dan Kerugian Jika Membeli Rumah dengan Sistem KPR

Dibalik kelebihan membeli rumah dengan sistem KPR, kamu juga harus siap jika suatu saat ada kendala yang terjadi. Apakah kamu sudah siap menanggung resikonya atau belum? Yuk, simak kelebihan dan kekurangan membeli rumah dengan sistem KPR.

Kelebihan Membeli Rumah dengan Sistem KPR

Kelebihannya aku sendiri rasakan saat orang tua membeli rumah dengan sistem KPR. Semuanya mudah dan nyaman bsoa tinggal di rumah sendiri walaupun belum lunas, hehe.

1, Bisa Menyicil Rumah dengan Harga yang Murah Sesuai Keuangan

Tanpa harus menunggu punya uang yang banyak lebih lama, kita sudah bisa menyicilnya dan rumah tersebut sudah sah menjadi milik kita walaupun belum lunas. Kita jadi punya rumah di awal, uangnya belakangan.

2. legalitas Rumah Terjamin

Karena rumah KPR ini bekerja sama dengan pihak bank dan notaris, jadi legalitasnya sudah pasti terjamin karena lolos dari acc bank. Kita juga sudah mendapatkan akta notarisnya ketika sudah akad jual beli karena biaya DP (uang muka) biasanya sudah termasuk biaya notaris.

3. Dilindungi Asuransi

Saat membeli rumah KPR, pihak bank sudah melakukan proteksi terhadap rumah tersebut. Jika dikemudian hari pemilik rumah tersebut meninggal, maka pihak bank yang akan membayar sisa angsuran. 

Hal ini aku alami saat Ayah meninggal dulu, kami tidak perlu membayar angsuran lagi karena sudah dilindungi asuransi dan rumah menjadi lunas.

4. Cicilan dalam Jangka Waktu yang Panjang

Kamu bisa memilih jangka waktu untuk membayar cicilannya. Biasanya paling sebentar dalam jangka waktu 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Tentunya yang lebih lama itu lebih murah cicilannya. 

5. Sarana Investasi

Jika tidak ingin dihuni, kamu bisa menyewakannya kepada orang lain dengan tidak mengurangi dari cicilan per bulan. Agar kamu bisa membayar cicilan tersebut dari sewa rumahnya per bulan.

Harga properti akan terus naik, sehingga kalaupun nanti kamu menjualnya, kamu tidak akan rugi. Malah kamu diuntungkan. Makanya banyak juga yang membeli rumah dengan sistem KPR untuk investasi.

Kekurangan Membeli Rumah dengan Sistem  KPR

Kalau kamu sudah siap dengan kelebihannya apakah kamu sudah siap dengan kekurangan membeli rumah dengan sistem KPR? Jadikan kekurangan ini juga sebagai pertimbangan untuk membeli rumah KPR agar tidak menyesal di kemudian hari 

1. DP yang Tidak Murah

Sebelum membeli, tentunya kita harus membayar uang muka yang tidak murah sebagai tanda jadi. Biaya yang harua dikeluarkan mulai dari 10%-20% dari harga jual.

Rincian tersebut biasanya digunakan untuk booking fee, biaya administrasi, APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan), Biaya BPHTB (Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, biaya penilaian atau appraisal, biaya balik nama sertifikat dan pajak pembelian dan penjualan. Banyak kan? Hehe.

2. Rumah Bisa Disita Jika Lalai Membayar Cicilan

Jika lalai membayar cicilan karena keuangan sedang tidak stabil, salam jangka waktu tertentu pihak bank bisa menyita rumah. Duh, rugi banget dong ya kita udah bayar cicilan lama, ujungnya malah disita 
 

3. Punya Beban Keuangan

Karena kita punya cicilan rumah tiap bulan, jadinya kita punya beban keuangan untuk membayar hutang. Ya, kita punya hutang kepada pihak bank untuk menyelesaikannya dengan komitmen yang tinggi. 

4. Uang yang dibayarkan Lebih dari Harga Rumah

Ini yang kadang menurutku gak masuk akal. Setiap bulan kita membayar bunga kepada bank. Bunganya gak main-main tinggi sekali angkanya. Kalau dihitung-hitung total kita beli rumah dengan uang yang kita setorkan, bisa dua kali lipat. 

5. Bunga Bisa Berubah 

Jika sewaktu-waktu perekonomian sedang turun, harga bunga juga bisa naik. Ini yang kebanyakan orang gak baca Letter of Credit (LC)-nya. Tahu-tahu merasa kesal jika tiba-tiba cicilannya jadi naik. Padahal sudah dijelaskan di dalam surat perjanjian.

Penutup


Pernah dengar kalau kita lebih baik nyicil rumah dengan sistem KPR yamg ujungnya akan jadi hak milik kita. Daripada mengontrak rumah, tapi hasilnya gak dapat apa-apa. Aku gak setuju dengan statement itu karena setiap orang punya pertimbangan masing-masing.

Dulu aku pengen sih setelah menikah beli rumah dengan sistem KPR, tapi setelah banyak ngobrol dnegan teman-teman blogger kok jadi berubah haluan, hehe. Merasa banyak ruginya.

Bismillah, kami tim menabung untuk punya rumah. Kalua kamu, tim mana nih? Membeli rumah dengan sistem KPR atau menabung dulu nunggu uang banyak baru beli rumah? Apapaun itu semoga impian punya rumah bisa terwujud ya. 

Alfida Husna
Menulis mampu membuatku meluapkan berbagai macam perasaan. Sarjana Hukum yang senang baca buku, nonton Drama Korea dan minum kopi. Dapat dihubungi melalui email alfidahusna@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar