cerita mbun

Cara Menjadi Content Creator Bagi Pemula. Mudah Kok!

20 komentar
Media sosial untuk personal branding


Gak ada hari libur bagi blogger jika mau belajar, liburnya menentukan sendiri, hehe. Alhamdulillah minggu produktif diisi dengan webinar melalui zoom dengan tema How To be a Content Creator yang dipaparkan oleh bunda Fuzna Marzuqoh, seorang motivator pendidikan dan inspiring public speaker yang sudah mengantongi banyak sertifikat trainer. Kualitas dan pengalamannya sudah tidak diragukan lagi. 

Flayer yang di share oleh Mbak Dyah, Blogger Surabaya ini jadwalnya hari Minggu, tanggal 12 Juni 2023 jam 2 siang. Jam lagi ngantuk-ngantuknya dan waktunya Aqlan bermain. Sepertinya aku gak akan bisa mengikuti webinar, tapi pede aja daftar dulu, hehe. Qadarullah, Aqlan diajak main sama adik iparku, aku jadi bisa menyimak webinar dengan fokus. Tapi, ya dasar ibu rumah tangga, belajar webinar zoom sambil nyetrika, hehehe.

Kalau kalian penasaran sama Bunda Fuzna, kalian bisa searching namanya di akun Tiktok dan Snack Video. Banyak video-videonya yang menginspirasi dan sudah ditonton oleh jutaan pengguna. Padahal baru berjalan satu tahun, tapi akunnya sudah ramai di follow banyak orang. Kalian mau juga kaya gitu? Yuk baca rahasia cara menjadi content creator sampai selesai ya!

Pentingnya Menebar Manfaat di Media Sosial

Sebelum memulai sesi diskusi, Bunda Fuzna memberi pertanyaan kepada peserta webinar tentang seberapa tahu kamu tentang content creator? Berapa nilai skill kamu dalam membuat video untuk media sosial? Pertanyaan tersebut sungguh membuatku merenung karena aku masih jauh untuk dibilang mahir membuat video. 

Media sosial ini penting banget untuk kita manfaatkan dengan membagikan kegiatan yang bermanfaat. Bukan hanya sekedar membagikan foto pribadi ke media sosial, tapi ada ilmu yang kita bagikan untuk banyak orang. Mau kan foto pribadi kita gak cuman numpuk di gallery aja, tapi bisa menghasilkan? Gak sekedar upload aja.

Pengguna media sosial semakin bertambah


Daripada kita hanya scroll, kita juga bisa sambil menghasilkan dan berkarya dengan membuat video. Karena faktanya trend media sosial pada tahun 2022 mengungkapkan:

  • Hampir dari setengah penduduk bumi menggunakan media sosial
  • Orang rata-rata menggunakan media sosial selama 2 jam sehari bahkan lebih. Hayuh ngaku siapa yang suka berjam-jam scroll medsos? Aku juga sama kok kalau lagi nulis suka kedistrak scroll medos, alhasil nulisnya jadi lama selesai, huhu.
  • Hampir 40% dari bisnis kecil menggunakan iklan media sosial untuk menambah pendapatan mereka.
  • Konten visual 40 kali lebih mungkin dibagikan oleh pengguna di media sosial
Data menunjukkan dari tahun 2014 hingga tahun 2022 pengguna media sosial terus bertambah hingga mencapai 191 juta pengguna. Sebanyak 80,1% pengguna menggunakan media sosial untuk mencari informasi. Sisanya untuk menemukan ide, komunikasi dengan teman atau keluarga, scrolling media sosial, mengikuti berita, nonton film, gaming dan masih banyak lagi. Kalau kamu, menggunakan media sosial untuk apa nih?

Media Sosial Sebagai Personal Branding

Semua peserta webinar dikumpulkan dalam satu grup whatsapp untuk memudahkan komunikasi saat acara akan berlangsung. Sebelum dimulai, peserta diminta perkenalan dengan menyebutkan identitas akun media sosial dan tujuan belajar. Aku menuliskan tujuan belajar cara menjadi content creator adalah sebagai personal branding. Ternyata memang dalam pembahasannya menjadi content creator ini bisa sebagai personal branding.

Biasanya personal branding juga dipakai dalam hal memasarkan orang dan produk, mengembangkan dan mempertahankan reputasi serta kombinasi dari kepribadian, keterampilan dan pengalaman seseorang agar dilihat orang lain. Bisa dibibilang pencitraan, hehe.

Lakukan branding semenarik mungkin. Berikan ciri khas kita dan tunjukkan apa yang ingin kita tampilkan. Sederhananya, kita ini ingin dikenal sebagai apa? Maka, tunjukkanlah hal tersebut agar semakin dekat dengan personal branding. Lakukan dengan baik sesuai kemampuan diri dan apa adanya pada diri kita jangan dilebih-lebihkan dan jangan berbohong terkait kemampuan diri.

Personal branding itu seperti proses, saat kita memulai sampai sekarang itu gak mudah. Karena personal membutuhkan waktu, proses, persiapan, ilmu dan konsisten. Kalau gak konsisten, orang akan lupa kita ini siapa dan kurang mendapat perhatian terhadap pekerjaan kita.

Tips Membangun Personal Branding

Bunda Fuzna membagikan tips personal branding yang bisa kita terapkan untuk media sosial. Personal branding punya banyak manfaat bagi perkembangan media sosial kita.

  1. Kenali diri, temukan keunikan dan ciri khas
  2. Memiliki visi yang besar dna tujuan yang jelas
  3. Ketahui siapa targetnya
  4. Bangun dan perluas jaringan
  5. Jaga konsistensi
  6. Jalani dengan passion
  7. Biasakan bersikap positif

Waktu Terbaik Promosi d Media Sosial

Jadwal posting media sosial

Nah, ini nih yang ditunggu-tunggu dalam optimasi media sosial. Entah ini riset berdasarkan apa masih "katanya", mungkin berdasarkan pengalaman content creator yang sudah terbukti ampuh menggunakan ritme kapan posting terbaik agar dapat view yang banyak dan buat transaksi menjadi tinggi.

  • Pagi, Pukul 08.00
  • Pagi, Pukul 10.00
  • Siang, Pukul 12.00
  • Sore, Pukul 17.00
  • Malam, Pukul 20.00

Meski begitu, Bunda Fuzna tidak terpatok pada jadwal posting, karena meski posting malam pukul 23.00, Bunda Fuzna masih tetap dapat like yang banyak. Mungkin karena Bunda Personal Branding Bunda Fuzna yang sudah kuat sehingga jadwal posting tidak begitu berpengaruh bagi beliau. Tidak ada manajemen waktu khusus.

Tapi, aku merasakan sendiri ketika bisnis makanan ringan makaroni, aku posting berdasarkan risetku sendiri. Aku menentukan jadwal posting dan ternyata sama seperti jadwal yang Bunda Fuzna bagikan. Menurutku jam-jam segitu memang saatnya orang sedang melihat handphone. Jam 8 pagi saat akan memulai kerja, jam 12.00 saat istirahat dan malam saat rehat.

"Ingat, postingannya jangan beruntun sekaligus banyak ya nanti dianggap spam oleh media sosial. Maksimal share 3 video di Tiktok dan Snack Video. Maksimal 5 untuk status di Whatsapp".

Kita juga bisa memilih ingin membuat video berdasarkan topik tertentu. Bisa motivasi, religi, edukasi untuk anak, fashion, drama dan masih banyak lagi.

"Barang siapa yang terus-terusan menawarkan secara brutal, menandakan produknya tidak laris." - Fuzna Marzuqoh

Sharing session bersama Bunda Fuzna Marzuqoh yang diselenggarakan oleh Komunitas Mari Menulis ini ditutup dengan tutorial membuat video di aplikasi Capcut yang hanya butuh wkatu sekitar 10 menit aja. Wah, keren banget!

Penutup

Memanfaatkan media sosial untuk berkarya adalah hal yang tepat. Selain berkarya bisa juga menghasilkan uang dari kita membuat video. Membuat video tidak akan sesulit itu jika kita mau mencobanya dan terus belajar cara menjadi content creator bagi pemula. 

Kamu tertarik untuk jadi content creator? Yuk, pelajari hal-hal diatas!

Related Posts

20 komentar

  1. Nah mengenai jam posting ini memang sangat berpengaruh banget. Aku pernah mengikuti kelas covert selling, salah satu yang dibahas adalah waktu posting. Dan itu memang sangat berpengaruh pada engagement. Ini poin penting banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mau dong mbak ikut kelasnya lagi. Ngaruh banget ya mbak buat naikkan engagement.

      Hapus
  2. Kalau sudah mulai sih mudah, tetapi banyak pemula yang takut untuk memulai akhirnya ga jadi2 kontennya hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener pak terlalu banyak overthingking, wkwkwk.

      Hapus
  3. Wah trimakasih Mba Fida ilmu content creator ya, benar2 bermanfaat. Baru tau, juga, nih tentang jam2 urgen sosmed...♥️

    BalasHapus
  4. Penting banget untuk menjadwalkan waktu posting kita karena engagement tiap jam itu berbeda, apalagi kalau kita berharap banyak feedback dr segmentasi yang kita harapkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting ya kak harus bisa melawan mager. Kadang beda juga feel-nya ๐Ÿฅฒ

      Hapus
  5. Mbak soal waktu terbaik untuk posting itu apakah sama ya untuk setiap akun?

    BalasHapus
  6. Masukan banget buat saya yang suka posting seenaknya aja pas lagi mood, padahal ternyata memperhatikan timing untuk posting konten penting banget, ya, Mbak, untuk meningkatkan engagement nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pak aku juga kadang masih suka ngikutin mood, harus bisa konsisten huhu.

      Hapus
  7. Pas masih rajin ngonten, ini semua tipsnya bener banget! ;) yang paling penting juga adalah konsisten. Menurutku itu part paling susah hehe. Tapi penjelasannya bikin semangat lagi nih untuk menyebar positive vibes via medsos agar bs bermanfaat lebih luas ;)

    BalasHapus
  8. Aku suka galau kalo mau posting apakah ikut jam Turki atau musti ikutin jam Indonesia. Sama kekonsistenan ini kadang klo nggak di iket buyar kemana-mana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung pembacanya mungkin ya mbak. Kalau pembacanya banyak dari Indonesia ya ikutin jam Indonesia ๐Ÿ˜

      Hapus
  9. Sekarang dengan media sosial kita bisa bangun branding diri sengan mudah, namun butuh konsistensi ya, mbak. Masih PR banget nih bagi diriku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak Ugi mah udah kebangun brandingnya ๐Ÿ˜

      Hapus
  10. Waktu posting ini kayanya beda akun beda jam yaaks.. tidak bisa disamakan. Hasil ngecek dari beberapa akun yang kupegang.. ternyata rekomendasi waktu postingnya beda-beda... jadi kudu bisa baca juga follower kita lebih sering aktif di jam berapa.

    BalasHapus
  11. perlu dicatat ini waktu postingny...selama ini diriku posting tdk mmperhatikan jam dn hny sesuka hati sja klo posting trnyta semua ada ilmuny hehehe, bermanfaat sekali, terimakasiiiiii

    BalasHapus

Posting Komentar