cerita mbun

Dari Kegelisahan, Aku Menemukan Jalan Ninja Lewat Blogging

Blog berawal dari kegelisahan

Bagaimana kegelisahan justru membawaku menemukan ruang untuk menulis, belajar, dan bertumbuh.
Kapan lalu aku lihat story instagram Raditya Dika yang sedang workshop tentang Mengubah Gelisah Jadi Uang. Maklum, aku termasuk fans Raditya Dika sejak lama dari zaman SMA. Jadi nggak heran kalau sekarang aku sering ngikutin podcast-nya yang sangat menginspirasi.

Dari setiap obrolannya bersama bintang tamu dia selalu bilang kalau stand up comedy-nya itu berawal dari kegelisanannya sehari-hari. Proses menulis pun jadi lebih mudah karena emang kegelisahan yang dia alami sendiri. Makanya dia nggak pernah kehabisan ide. Pantesan ya relate sama banyak orang. 

Apa yang dirasakan Raditya Dika tersebut sangat relate dengan apa yang aku rasakan. Aku pun memulai ngeblog karena berawal dari kegelisahan yang aku rasakan. Aku pun sama punya banyak ide yang ingin aku tuangangkan, cuman eksekusinya saja nih yang sering aku tunda, hehe.

Ada masa ketika pikiran terasa penuh, sulit mencari tempat untuk menumpahkannya. Kadang nggak semua orang bisa diajak bicara, sekalipun orang terdekat kita. Bukan nggak percaya, tapi rasanya kok nggak akan relate. Sungkan juga kalau cerita terus ke teman, dia pun punya beban yang sama untuk diutarakan. Sedangkan kalau aku bercerita aku merasa hanya akan menambah bebannya saja.

Banyak hal yang ingin diceritakan, dipikirkan, atau sekadar disimpan sebagai pelajaran hidup. Dari situlah perasaan ingin menulis, berbagi, tapi belum tahu harus mulai dari mana. Hingga suatu hari, aku mulai kembali melihat tulisan-tulisan lama ku di blog. 

Apa aku kembali menulis blog saja ya? Tanyaku pada diri sendiri.

Saat itu aku menyadari mungkin blogging bisa menjadi jawabannya. Aku juga penasaran ingin belajar jauh tentang blog. Pasti ada yang bisa dimanfaatkan dari blog ini. Dari kegelisahan itulah, perlahan aku menemukan satu jalan yang terasa tepat untuk dijalani yaitu, jalan ninja lewat blogging.


Menemukan Ruang untuk Menulis

Aku memang melankolis. Mudah sekali sedih dan marah, tapi mudah lagi bangkitnya. Untungnya aku punya jiwa yang tidak mau larut dalam kesedihan dan ketidakberdayaan. Selalu ada jalan disetiap kesulitan.

Begitu juga dengan setiap orang punya jalan sendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Ada yang bekerja kantoran, berbisnis atau memanfaatkan peluang digital seperti yang sedang aku kerjakan.

Tak pernah membayangkan jika pekerjaanku sekarang adalah menulis. Dari hobi jadi profesi. Meski begitu menjadi penulis adalah impianku sejak kecil ketika aku senang menulis diari.

Aku sendiri menyayangkan kenapa aku tidak memilih jurusan sastra atau jurnalistik saja kalau memang senang menulis. Tapi aku tidak pernah menyesal, karena setiap ilmu itu bermanfaat. Meski tidak linear dengan jurusan kuliah ku, aku tetap memanfaatkan ilmunya untuk menulis.

Sebelumnya aku meminta izin suami untuk meminta pendapatnya mengenai aku yang ingin belajar blog. Dia sangat fleksibel dan mendukung apa saja yang ingin aku kerjakan.
Menemukan ruang untuk menulis
Dulu aku sempat menganggap pekerjaan penulis itu tidak punya masa depan yang cerah, sehingga aku mengambil jalan yang lain agar aku bisa bekerja di kantor seperti kebanyakan teman-teman ku. Seperti menelan ludah sendiri, justru menulislah yang memberikan penghidupan dan membantu finansial di hidupku.

Awalnya sederhana. Hanya ingin menulis dan menyimpan cerita, ide, serta hal-hal yang dipelajari sepanjang perjalanan hidup. Namun semakin lama, aku sadar bahwa blog bukan sekadar tempat menulis. Ia menjadi ruang untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh.

Jujur saja niatku memulai blogging memang tujuannya untuk materi. Tapi semua berubah ketika aku bertemu dengan Komunitas Blogspedia. Aku kembali meluruskan niatku kalau menulis bisa lebih dari itu terutama untuk menuangkan apa yang ada dipikiran. Entah dibaca atau tidak, yang penting ada perasaan lega setelah menulis. Benar saja, perlahan job mulai berdatangan. 

Aku ingin membangun kebiasaan menulis, menyampaikan gagasan, dan semoga suatu hari tulisan-tulisan ini bisa bermanfaat bagi orang lain. Hingga aku berada di fase menulis adalah kebutuhan.

Mengenal Dunia Blogging

Memulai sesuatu yang baru tentu tidak selalu mudah. Ada rasa ragu, takut tidak konsisten, atau merasa tulisan belum cukup baik. Tapi setiap langkah kecil tetap berarti. Satu tulisan hari ini mungkin terlihat sederhana, namun bisa menjadi awal dari perjalanan panjang.

Itulah yang aku rasakan saat memulai ngeblog. Untungnya lagi aku punya basic percaya diri yang kuat, sehingga aku cuek saja yang penting aku bisa menulis, hehe. Aku selalu membagikan tulisan di media sosial, ternyata banyak juga yang relate dengan tulisanku.
 
“Sama loh anakku juga kayak gini.”
“Makasih Fida, nanti aku coba. “
“Tulisannya relate sama yang sedang aku rasakan."

Komentar seperti itu memicu semangat ku untuk terus menulis. Karena itu, blogging kupilih sebagai jalan ninja, jalan yang mungkin tidak selalu terlihat oleh banyak orang, tetapi penuh proses, pembelajaran, dan kesempatan untuk berkembang.

Aku tidak akan pernah lupa dengan rumah pertama ku di Blogspedia. Dari sana aku coba melebarkan sayap, halah. Berbaur dan gabungan dengan komunitas blogging lainnya. Ilmu yang aku dapat dari Blogspedia, jadi modal utama aku terus melangkah maju.
Meet up Blogger jabodetabek

Hingga awal tahun 2025 aku mulai memberanikan diri bertemu dengan sesama blogger Jabodetabek. Seolah teman lama yang baru bertemu lagi, kami bercerita banyak hal. Mulai dari cerita tentang blogging, hingga hal pribadi dan cerita receh. 

Tak terasa perjalanan ngeblog ku bisa memperluas relasi, mempererat silaturahmi dan tentu saja menambah cuan, hehe. Dari pertemuan dengan blogger, banyak tawaran job yang mulai kembali berdatangan. Alhamdulillah dengan ilmu yang ku masih kurang, tapi ternyata bisa dipercaya orang. 

Semua pengalaman itu semakin membuatku yakin bahwa jalan yang kupilih ini bukanlah sebuah kebetulan. Blogging benar-benar menjadi jalan ninja yang membawaku pada banyak kesempatan, pengalaman, dan pelajaran hidup yang berharga.


Blogging Sebagai Jalan Ninja

Salah satu hal yang paling terasa dalam perjalanan blogging adalah belajar tentang konsistensi. Menulis bukan hanya soal menunggu inspirasi datang. Kadang kita harus tetap menulis meskipun ide terasa tidak sebanyak biasanya. Kadang kita harus tetap duduk di depan layar dan mencoba menyusun kata demi kata.

Ada hari ketika menulis terasa sangat mudah. Tapi, ada juga hari ketika membuka laptop saja sudah terasa berat. Pikiran kosong, tubuh lelah, dan rasanya ingin menunda saja. Kebiasaan menunda ini yang masih jadi kelemahan ku. 
Belajar canva bersama blogger
Di situlah aku belajar bahwa konsistensi tidak selalu tentang menghasilkan tulisan yang sempurna. Konsistensi lebih tentang keberanian untuk tetap mencoba. Menulis sedikit demi sedikit, mencatat ide kecil yang muncul, atau sekadar menyelesaikan satu paragraf pun sudah menjadi langkah yang berarti.

Kalau kata dosen di kampus ku dulu, "Bukalah laptop setiap hari walau hanya cuman menambahkan titik." Kalimat itu terngiang terus di kepala ku dan sangat membantu, ternyata kalau sudah buka laptop, bukan hanya menambah titik, tapi jadi kalimat panjang hingga terbentuk stu paragraf. Lumayan kan, daripada harus mepet waktu? 

Perjalanan blogging juga mengajarkanku bahwa setiap proses memiliki waktunya sendiri. Tidak semua tulisan langsung ramai dibaca. Tidak semua usaha langsung membuahkan hasil. Namun ketika kita terus melangkah, perlahan hasil itu akan datang dengan caranya sendiri.

Aku pun mulai memahami bahwa blogging bukan sekadar tentang menulis artikel. Blogging adalah perjalanan belajar yang terus berlangsung. Belajar memahami diri sendiri, belajar menyampaikan gagasan, dan belajar melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.


Kesimpulan

Jika aku melihat ke belakang, semuanya memang berawal dari sebuah kegelisahan kecil. Perasaan ingin menulis, ingin berbagi, tetapi belum tahu harus mulai dari mana.

Siapa sangka kegelisahan itu justru menjadi titik awal dari perjalanan yang sangat berarti. Dari kegelisahan itulah aku mulai menulis kembali, mengenal dunia blogging lebih dalam, bertemu dengan komunitas yang suportif, hingga akhirnya mendapatkan kesempatan yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan.

Blogging tidak hanya memberiku ruang untuk menulis, tetapi juga ruang untuk belajar dan bertumbuh. Ia mengajarkanku tentang konsistensi, kesabaran, dan keberanian untuk terus mencoba meskipun langkahnya masih kecil.

Perjalanan ini tentu masih panjang. Masih banyak hal yang ingin ku pelajari dan banyak cerita yang ingin ku tuliskan. Namun satu hal yang kini aku yakini, setiap langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten akan membawa kita lebih dekat pada tujuan.

Dan dari kegelisahan sederhana itu, aku akhirnya menemukan satu jalan yang terasa tepat untuk dijalani. Kamu masih ragu untuk mulai menulis? Yuk, coba mulai menulis dari hal-hal kecil di sekitar kita. Curhat juga boleh loh! 



#TheCupuersIsBack 
#RamadanSoulJourney 
#BloggingAsIbadah

Related Posts

Posting Komentar