cerita mbun

Anak Tidak Mau Gosok Gigi? Coba Cara Ini!

Posting Komentar

Cara mengajarkan gosok gigi pada anak balita


Saat usia bayi memasuki 6 bulan bayi sudah bisa makan. Pertama kali bayi makan, pasti banyak dikenalkan dengan berbagai jenis makanan yang pada akhirnya sudah bisa mengeluarkan bau mulut.

Apalagi kalau habis bangun tidur ya, meski bau sebadan-badan tetap saja kita unyel-unyel dengan gemas. Lain cerita kalau orang tuanya yang bangun tidur baunya kaya apa, hehe.

Kesehatan gigi dan mulut pada anak jadi perhatian aku setelah aku merasakan sakit gigi yang luar biasa. Aku tidak mau Aqlan merasakan betapa tersiksanya sakit gigi. Sebelumnya aku juga pernah menuliskan cara merawat gigi pada orang dewasa.

Sebelum kita membahas cara mengenalkan sikat gigi di usia balita, aku akan menjelaskan begitu banyak manfaatnya yang dirasakan anak. Di lingkungan rumahku banyak anak yang terkena sakit gigi. Duh, kasian banget. Aku aja sudah nggak kuat rasanya, apalagi anak kecil?


Manfaat Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Kasian ya kalau sampai anak yang mengalami sakit gigi, pasalnya mereka belum tahu bagaimana seharusnya jika terkena sakit gigi, yang ada hanya rewel dan terus menangis. Kejadian tersebut bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya. Seharusnya anak bermain dan mengeksplor banyak hal, tapi sudah merasakan sakit gigi.

1. Terhindar Sakit Gigi

Rajin menggosok gigi akan terhindar dari rasa sakit gigi. Menggosok gigi bantu membersihkan plak yang bersarang di gigi yang menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri. Kebayang ya anak makan segala jenis makanan jika tidak di sikat sisa plak akan menempel sepanjang hari dan menggerogoti gigi.

Jika tidak rajin di gosok, bakteri akan terus berkembang hingga membuat gigi menjadi berlubang.

2. Anak Terbutuhi Nutrisinya

Jika giginya terjaga dengan baik, tidak sering sakit gigi, maka asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh bisa dicerna oleh anak dengan baik. Jika sakit gigi, jangankan mau makan, yang ada si kecil rewel terus sepanjang hari.

Aku selama sakit gigi juga kehilangan selera makan, tidak ada makanan yang masuk sehingga membuat tubuh menjadi lemas. Ada rasa ingin makan, tapi tidak mau merasakan sakit gigi jika digunakan untuk mengunyah. Serba salah kan?


3. Gigi Anak Tumbuh dengan Baik

Manfaat menggosok gigi pada anak adalah tumbuhnya gigi anak dengan baik. Selain menggosok gigi, hal yang penting diperhatikan juga adalah asupan makanannya. Sebaiknya balita jangan dulu diberi makanan manis yang berlebihan seperti coklat dan permen.

Aqlan belum aku beri coklat dan permen, hasilnya banyak yang bilang gigi Aqlan tumbuh dengan rapi dan bagus. Posisi giginya juga teratur. 


4. Mencegah Bau Mulut

Manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak juga mencegah bau mulut yang timbul akibat banyaknya plek yang menumpuk pada gigi.

Kalau ada bau mulut, bukan hanya orang lain yang terganggu, tapi anak juga akan merasa tidak nyaman. Aku cukup kaget juga ketika Aqlan sudah usia 1 tahun sudah bisa mengeluarkan bau mulut jika tidak gosok gigi. 

5. Bantu Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Menyikat gigi bantu meningkatkan gerakan refleks dan mampu merangsang gusi sehingga tumbuh dengan optimal.

Jangan lupa periksakan gigi pada dokter anak dua kali dalam setahun. Kenalkan anak pada dokter gigi, agar anak juga tahu pergi ke dokter gigi bukan hal yang menakutkan. 

Sepenting ini menggosok gigi bagi anak apalagi yang masih di bawah 3 tahun. Lalu gimana ya caranya mengenalkan gosok gigi pada anak?

Cara Mengenalkan Gosok Gigi pada Balita

Bagi anak, menggosok gigi mungkin merupakan hal yang tidak menyenangkan sehingga banyak anak yang enggan menggosok giginya. Padahal kita tahu manfaat menggosok gigi pada anak itu akan bermanfaat untuk perkembangannya.

Orang tua seringkali kewalahan bagaimana lagi caranya mengajarkan anak gosok gigi, baru memegang sikatnya saja anak sudah mengamuk luar biasa, hehe. Bunda bisa mencoba cara yang aku terapkan pada Aqlan, siapa tahu work juga pada Bunda.

1. Konsisten Ajak Anak Gosok gigi

Ajak anak rutin setiap hari menggosok gigi dua kali dalam sehari. Paling efektif menurut ahli setiap sesudah sarapan dan mau tidur. Tapi, karena kebiasaan aku dari kecil gosok gigi setiap mandi, jadi aku juga melakukan hal yang sama pada Aqlan.

Kalau konteksnya ini kemali lagi ke budaya keluarga masing-maisng, yang penting rutinkan dengan jadwal dan waktu yang sama. Jangan hari ini gosok gigi, besoknya tidak. Nanti anak akan bingung, sebetunya perlu tidak sih menggosok gigi atau anak malah semakin tidak mau menggosok gigi. 

2. Ajak Anak Memilih Sikat Gigi dan Pasta Gigi

Ajak anak berkontribusi dalam memilih sikat gigi dan pasta gigi yang akan dia gunakan. Biasanya aku akan menanyakan varian apa yang Aqlan mau, jeruk atau strawberry.

Begitu juga dengan sikat gigi yang berkarakter hewan kesukaannya. Pilih sikat gigi yang mudah digenggam oleh anak, sesuaikan dengan usia anak. Sehingga anak menyukai sikat gigi dan merasa nyaman ketika menggenggamnya.


3. Nyanyikan Lagu Menyikat Gigi Ketika Akan Menggosok Gigi

Aqlan punya lagu favorit sikat gigi yang ditayangkan di salah satu televisi swasta ketika iklan. Dengan senang Aqlan menirukan bagaimana cara menggosok gigi serta ikutan bernyanyi. Lagunya sangat mudah dinyanyikan, tanpa sadar aku juga sering ikut menyanyikannya, hehe.

"Ayooo gosok gigi, gosok gigi. Setiap hari supaya gigi jadi kuat dan sehat", hehe jadi hafal kan. Di akhir kalimat kuat dan sehat aku memeragakan dengan gaya yang kuat dan gagah, membuat Aqlan tertawa terbahak-bahak setiap kali aku menyanyikannya. Memang anak sukanya kita heboh dulu ya Bun, hehe.  

Bunda juga bisa menciptakan lagu sikat gigi untuk anak. Mengenalkan lagu sikat gigi pada anak membuatnya mengingat bagaimana cara untuk gosok gigi. 

4. Berikan Contoh pada Anak

Anak peniru ulung itu benar adanya. Apa yang aku ucap dan perbuat selalu ditiru oleh Aqlan. Aqlan juga pernah pada fase menutup mulutnya sama sekali tidak ingin gosok gigi.

Aku mencontohkannya gosok gigi di depan Aqlan. Perlahan, Aqlan akan mengerti dan mengikutinya kenapa dia harus gosok gigi setiap hari. Semarang hasilnya di usia 3 tahun sudah tidak ada drama lagi jika akan gosok gigi.


5. Buat Aktivitas Gosok Gigi Menjadi Hal yang Menyenangkan

Jangan pernah memaksa anak jika anak tidak mau menggosok gigi. Terus contohkan pada anak dan rutinkan  setiap hari. Insya Allah anak akan mengikutinya kok.

Buat kegiatan menggosok gigi jadi hal yang paling dinanti anak saat mandi dan hal yang paling menyenangkan. Kalau aku biasanya akan berperan sebagai dokter gigi yang akan memeriksa gigi. 

Dengan penuh semangat aku akan bilang, “Periksa gigi. Ayoo buka mulutnya lihat ada gigi berlubang nggak?” Aqlan akan menjawab, “Nggak ada Mbun.” 
"Coba sini gosok dulu ya biar nggak ada yang berlubang", tambahku kemudian. Lakukan setiap hari dan beri improvisasi jika anak bosan. Semangat berkresasi ya Bun.


Kesimpulan

Menggosok gigi pada anak usia balita sangat penting karena begitu banyak manfaatnya bagi kesehatan gigi dan mulut anak. Apalagi jika masih dalam usia pertumbuhan, hal ini bagus untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya.

Pengalaman menggosok gigi pada anak 3 tahun juga tidak selalu mudah, ada dramanya. Kuncinya konsisten, lama-lama dramanya akan berkurang dan anak sudah terlatih menggosok gigi.



Referensi :

https://www.dancow.co.id/artikel/3-5-tahun/4-manfaat-membiasakan-gosok-gigi

https://www.halodoc.com/artikel/ini-5-manfaat-mengajarkan-anak-menyikat-gigi-sedari-dini

Related Posts

Posting Komentar