cerita mbun

Cara Membentuk Karakter Pemimpin pada Anak 3 Tahun

Posting Komentar
Membentuk jiwa kepemimpinan pada anak 3 tahun

Saat ini sedang momen pemilu 2024. Aku jadi membayangkan, betapa senangnya para orang tua jika anaknya menjadi seorang pemimpin, apalagi pemimpin nomor satu di Indonesia.

Saat aku riset, ketiga paslon tersebut ternyata memang sudah mempunyai karakter kepemimpinan sejak kecil. Jiwa kepemimpinan tidak serta merta lahir begitu saja, namun perlu dilatih sejak dini.

Menjadi pemimpin bukan hanya menjadi ketua pada sebuah organisasi atau instansi, namun mampu menjadi motor penggerak pada pengambilan keputusan terlebih untuk dirinya sendiri. Cara mendidik anak untuk mempunyai jiwa pemimpin dimulai dari keluarga. 

Kami akan senang jika anak kami mempunyai jiwa kepemimpinan, sehingga dia dengan cepat dapat mengambil keputusan dalam kehidupannya. Memiliki prinsip dan tidak ikut-ikutan orang lain, karena memiliki jiwa kepemimpinan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan anak di masa sekarang dan masa depannya kelak.

Manfaat Memiliki Jiwa Kepemimpinan Bagi Anak

Aktifnya kami di berbagai organisasi semasa kuliah dulu, membuat kami secara tidak langsung sudah menanamkan jiwa kepemimpinan pada Aqlan. Apalagi suami yang terbiasa menjadi ketua di beberapa organisasi sangat antusias untuk menanamkan jiwa kepemimpinan pada Aqlan. Kami pun dipertemukan saat sedang rapat organisasi. Ehhh, kok curhat, hihi.

Aqlan kami beri nama dengan arti laki-laki bijaksana berharap kelak menjadi anak yang bijaksana dalam berpendapat dan mengambil keputusan. Menjadi inspirasi banyak orang dan mampu mengendalikan dirinya sendiri. Memiliki karakter pemimpin banyak manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat.

1. Memiliki Keterampilan Sosial yang Tinggi

Pentingnya menanamkan jiwa kepemimpinan pada anak 3 tahun

Menanamkan jiwa kepemimpinan pada anak meningkatkan interpesonal dalam memecahkan masalah sehari-hari. Kelak juga bermanfaat di masa depannya. Seperti mendapatkan solusi dan bekerja sama dalam tim, karena mereka akan dihadapkan pada berbagai karakter dan kasus dalam berinteraksi.

2. Meningkatkan Percaya Diri

Mempunyai rasa percaya diri yang tinggi membantu keyakinan pada diri anak. Anak yang memiliki rasa percaya diri akan tampil berani dan mantap dengan keputusan yang ia pilih. Anak tidak takut mencoba hal yang baru dan selalu semangat melakukan hal yang ia suka.

3. Memiliki Rasa Tanggungjawab

Mengajarkan pada anak rasa tanggungjawab dengan adanya konsekuensi yang mereka pilih dari hasil pilihan anak. Menanamkan jiwa kepemimpinan membuat anak bertanggungjawab jika dia melakukan kesalahan. Anak tahu perbuatan yang salah.

Aku sering cerita di tulisanku Aqlan akan meminta maaf jika dia merasa melakukan kesalahan. Pentingnya mengetahui kesalahan membuat anak tidak akan bersikap arogan dan merasa benar.

4. Mampu Berpikir Kritis

Dihadapkan pada permasalahan, anak menjadi belajar untuk berpikir kritis agar bisa menghasilkan keputusan yang tepat. Ajak anak diskusi untuk melatih kemampuan berpikirnya.

Misalkan, kenapa ya hujan turun dari langit? Kenapa bumi bulat? Atau kenapa kamu memilih memakai baju biru daripada kuning? Terbiasa melatih kemampuan otaknya membuat anak tahu caranya menjawab dan berusaha mencari tahu jawabannya.

5. Membantu Mencapai Impian Anak

Anak yang memiliki cita-cita yang tinggi akan semakin optimis untuk mencapainya karena sudah belajar menerima kegagalan. Melatih kepemimpinan pada anak bantu anak mencapai tujuan mereka.

Memang setiap anak berbeda, maka kebutuhannya juga akan berbeda. Melatih sikap memimpin pada anak membantu orang tua mengetahui apa yang menjadi keinginan anak. Orang tua bisa dengan mudah mengarahkan anak.

Cara Orang Tua Membentuk Kepemimpinan pada Anak 3 Tahun

Melatih sikap kepemimpinan pada anak 3 tahun

Yustina Ries Sunarti seorang praktisi pendidikan dalam kanal Yuotube-nya menjelaskan ada 5 cara yang bisa orang tua lakukan untuk menanamkan jiwa memimpin pada anak. 

Cara tersebut aku kaitkan dengan Aqlan yang masih berumur 3 tahun. Cara berikut bisa Bunda lakukan dari rumah dimulai dari hal-hal kecil seputar kegiatannya sehari-hari.

1. Mengenalkan Para Pemimpin

Bercerita pada anak dengan menceritakan beberapa pemimpin yang menginspirasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Bagi umat Islam, kita juga bisa mengenalkan kisah para sahabat Rasulullah bagaimana mereka mempin negara dan berkehidupan sosial di masyarakat.

Kenalkan pada anak bagaimana mereka memimpin dan tanyakan juga tokoh siapa yang anak sukai, dengan begitu kita bisa mendalami tokoh tersebut.

2. Mendukung Kegiatan Anak dalam Tim

Ajak anak bermain dalam kelompok. Bantu mereka untuk mengungkapkan ide dan kemauannya masing-masing. Misalkan mengajaknya piknik bersama. Tanyakan mereka ingin membawa apa dan dalam piknik tersebut harus bagaimana.

Usia 3 tahun sudah bisa kita tanyakan apa keinginannya. Kadang Aqlan itu suka sengaja kalau aku mode serius dia malah bercanda. Mungkin akan jadi pemimpin yang humoris? Hehe.

3. Biasakan Anak untuk Mengambil Keputusan

Dimulai dari hal-hal sederhana saja dulu. Aku sudah menanamkan jiwa kepemimpinan dalam mengambil keputusan seperti, “Mau minum susu ya? Mau banyak atau sedikit?” Aqlan akan menjawab sedikit. Sesudah mandi, aku bertanya, “Aqlan mau pakai baju yang mana?” Dia pun akan membawa baju dinosaurus.

Pada mulanya mungkin akan seperti jawaban template yang itu-itu terus. Tapi, ternyata tidak loh. Kebiasaan tanya jawab seperti ini membuat Aqlan memiliki pilihannya sendiri. Perlahan sudah bukan baju dinosaurus lagi, tapi jadi baju warna biru atau warna kuning, dan lain-lain.

4. Ajarkan Anak untuk Merencanakan Kegiatan Keluarga

Ajak anak terlibat dalam kegiatan keluarga. Buat seolah-olah rencana keluarga adalah suatu projek. Entah itu pergi liburan, mengunjungi saudara atau persiapan pesta anggota keluarga.

Saat Aqlan ulang tahun, aku pun bertanya pada dia, Aqlan ingin kue ulang tahun yang seperti apa? Balonnya mau warna apa. Dia menjawab ingin kue ulang tahun beko. Aqlan ini sangat menyukai mainan kontruksi dan helikopter. Jawabannya sesuai dengan apa yang ia sukai.

5. Latih Anak untuk Menerima Kegagalan

Ajarkan kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Mendidik anak di zaman yang serba instan ini membantu anak memiliki sifat tangguh dan tahan banting.

Jelaskan juga jika gagal adalah kesempatan untuk belajar. Bantu anak menerima kesalahan dan memperbaikinya. Evaluasi kesalahan apa yang terjadi dan berusaha untuk memperbaikinya. Menanamkan jiwa kepemimpinan pada anak sudah seharusnya dilakukan para orang tua di generasi sekarang yang serba teknologi. 

Kesimpulan

Memiliki anak mempunyai jiwa pemimpin adalah impian bagi orang tua dalam kehidupannya agar bisa mencapai cita-cita anak kelak. Tentunya tidak mudah perlu kita latih sedari dini dan jangan lupakan peeran kita sebagai orang tua untuk mengarahkan anak.

Memiliki karakter pemimpin banyak manfaatnya bagi tumbuh kembang anak dan membentuk karakter yang baik bagi anak. Anak berani melangkah dan semangat untuk mencoba hal yang baru. Apakah Bunda sudah menerapkan cara tersebut pada anak?


Referensi:
https://sekolahchis.com/news/article/94/tumbuhkan-jiwa-kepemimpinan-pada-anak-sejak-dini

Related Posts

Posting Komentar