cerita mbun

Bunda Suka Janji Sama Anak? Ini Dampaknya Jika Tidak Ditepati!

7 komentar
Bunda suka janji sama anak


Apakah Bunda pernah mengucap janji sama anak? Biasanya dalam kondisi terdesak kita memang mudah mengucapkan janji begitu saja. Apalagi jika anak tantrum di tempat umum, demi mendiamkan anak segala macam cara dilakukan termasuk menjanjikan anak padahal kita tahu tidak akan bisa menepatinya.

Tanpa disadari hal tersebut bisa melukai hati anak dan dampaknya bisa berkepanjangan loh Bun. Jangan sampai kita jadi orang tua yang merugi ya Bun, hanya karena kita mengingkari janji. 

Ketika berbuat sesuatu aku biasakan diri memposisikan anak seperti orang dewasa, yang juga pasti akan terluka jika orang tua tidak menepati janji padanya. Kita juga pasti kecewa kan kalau ada orang yang tidak menepati janji sama kita? Sebetulnya boleh tidak ya memberi janji pada anak?

Hukum Memberi Janji Kepada Anak

Tidak ada yang mengharuskan orang tua membuat janji kepada anak. Namun jika sudah terlanjur berjanji sebaiknya ditepati agar tidak menimbulkan dampak yang serius. 

Dilansir dari Ahlulbait Indonesia dalam kitab Makarimul Akhlaq (hal 219) Rasulullah SAW bersabda, "Cintailah anak-anak dan sayangi mereka. Lalu, ketika kalian berjanji maka tepatilah janji tersebut karena mereka melihat bahwa rezeki mereka berada dalam tangan kalian (orang tua)."

Tepatilah janji walau hanya anak kecil. Jangan pernah menganggap remeh janji meski hanya bercanda kepada anak kecil. Aku selalu berusaha menepati janjiku sama Aqlan. Misalkan dia ingin makan es krim, sementara sudah jadwalnya makan siang. Aku tidak akan mengizinkannya memakan es krim sebelum ia makan siang terlebih dahulu, baru setelah itu ia boleh makan es krim. Aqlan selalu nurut dan setelah makan aku selalu menepati janjiku dengan memberinya es krim. 

Dengan menepati janji akan lebih mudah membonding anak. Anak jadi percaya dengan kita karena selalu menepati janjinya dan ia jadi menuruti apa yang aku katakan. Sedangkan jika tidak menepati janji justru bisa berdampak panjang. 

Aqlan ini termasuk yang selalu mengingat janjiku meski usianya masih 3 tahun. Dia akan terus menagihnya sampai aku benar-benar menepati janjiku. Perilaku Aqlan yang seperti itu membuat aku lebih hati-hati jangan sampai aku terpancing untuk mengucap janji yang tidak bisa aku tepati.
Ini Dampaknya jika kita ingkar janji kepada anak.

Dampak Tidak Menepati Janji Kepada Anak

Seringkali aku mendengar para orang tua yang anaknya menangis, berusaha menenangkan dengan berkata, “iya nanti kita beli sepeda ya” padahal orang tua belum mampu untuk membeli apa yang diinginkan anak atau "udah ya nangisnya, nanti Bunda belikan coklat deh." Padahal selama ini Bunda melarang anak makan coklat. Dengan begitu pola asuhnya jadi tidak konsisten.
Dampak mengingkari janji sama anak
Berada di tempat umum dengan situasi sulit memang memaksa kita bisa melakukan apa saja termasuk membuat janji. Namun hal ini bisa dilatih dan bonding terus sama anak agar anak tidak meminta hal yang aneh ketika di tempat umum. Caranya bisa dengan membuat perjanjian dengan anak kalau di tempat umum tidak akan rewel.

1. Anak Merasa Dikhianati

Jangan remehkan janji kepada anak. Kalau sudah berjanji harus ditepati. Berjanji membelikan permen jika anak mau makan padahal belum boleh makan permen karena masih kecil atau karena sedang sakit. Tapi setelah makan tidak kita tepati memberinya permen. Hal tersebut bisa menjadi senjata bagi anak untuk mengabulkan keinginannya dengan cara merengek. 

Aku sendiri pernah merasa dikhianati oleh orang tua saat kecil dulu ketika Almarhum Ayah akan menjemput Mama yang pulang kerja. Almarhum Ayah bilang nanti aku boleh ikut jemput mama pulang bekerja jika sudah menyelesaikan sesuatu, ternyata aku malah tidak ajak. Walaupun aku mengerti demi keselamatan dan kenyamanan aku mengingat hari sudah malam, namun aku masih saja kesal.

Aku masih mengingatnya dan merasa dikhianati. Beruntung aku tidak sampai ikut mencontoh mengingkari janji karena aku bisa mengerti apa yang dilakukan Ayahku dulu dan aku merubah pola asuh tersebut agar aku bisa menjadi orang tua dambaan anak. Tidak semua anak bisa mengerti, bahaya jika ada anak yang sampai mencontohnya.

2. Tidak Lagi Percaya Kepada Orang Tua

Anak akan terus mengingat janji orang tua kepadanya. Meski janji itu sudah lama mungkin orang tua juga lupa, tapi tidak bagi anak yang selalu mengingatnya. Ketika orang tua berjanji lagi maka anak sudah tidak ada kepercayaan lagi kepada orang tua.

Anak jadi hilang respek pada apa yang dikatakan orang tua dan tidak ingin mempercayainya lagi. Anak semakin terluka ketika melihat orang tuanya bahkan tidak peduli kalau telah ingkar janji. Kalau Bunda terpaksa harus mengingkari janji segera meminta maaf dan jelaskan kenapa Bunda tidak menepati janji. Bersyukurnya orang tuaku dulu selalu memberikan alasannya kenapa tidak menepati janjinya.

3. Anak Menjadi Ingkar Janji Karena Mencontoh Orang Tua

Melihat orang tuanya yang berbohong tidak menepati janji, anak jadi mengikuti apa yang orang tuanya lakukan karena menganggap janji itu tidak penting. Bukan tidak mungkin anak bisa melakukan kebohongannya di kemudian hari. Bahaya sekali kan dampaknya?

4. Anak Jadi Suka Berbohong

Melihat orang tua yang tidak menepati janji, anak jadi suka berbohong karena menurutnya janji tidak harus ditepati. Anak merasa kalau berbohong itu tidak apa-apa makanya dia jadi suka berbohong. Kalau sudah berbohong, orang tidak akan lagi percaya.

5. Anak Merasa Dirinya Tidak Penting

Menepati janji pada anak membuat anak merasa dihargai dan dicintai, namun jika tidak ditepati anak merasa dirinya tidak penting karena janjinya tidak di prioritaskan. Jangan karena namanya juga anak-anak kita merasa tidak perlu serius dengannya. Padahal anak adalah makhluk yang paling tulus dan luas hatinya. Biarpun aku marah sama Aqlan, tetap saja yang dicari Bundanya.

Dari menepati janji ini kita jadi banyak belajar dan jadi pelajaran juga bagi anak untuk belajar menepati janjinya. 

Bagaimana Cara Mengajarkan Anak untuk Menepati Janji?

Menjadi orang tua bukan hanya anak yang belajar, namun orang tua juga banyak belajar dari anak. Sama-sama belajar untuk tidak mudah mengucap janji dan berusaha untuk menepatinya bila sudah berjanji. 
Cara mengajarkan anak untuk menepati janji

Berikut cara yang bisa kita ajarkan kepada anak agar ia juga bisa menepati janjinya.

1. Memberi Penjelasan tentang Janji

Janji adalah ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu antara kedua belah pihak. Jelaskan kepada anak kalau janji itu harus ditepati. Jika sudah tahu tidak bisa menyanggupinya tidak usah berjanji sesuatu, karena akan membuat orang kecewa.

2. Memberikan Janji yang Realistis

Mengajarkan kepada anak jika berjanji yang realistis saja. Jangan berjanji diluar kemampuan kita menepatinya. Misalkan berjanji akan membeli barang yang harganya mahal, sedangkan kita belum mampu untuk membelinya. 

3. Jelaskan Dampak dari Ingkar Janji

Mengingkari janji akan membuat orang yang diberi janji merasa tidak dihargai dan kecewa. Tentunya kita tidak mau orang lain kecewa karena kita tidak menepati janji kana? Maka dari itu jelaskan dampaknya yang bisa merugikan orang lain. 

4. Mengajarkan Anak Selalu Berkata Jujur

Selalu mengajarkan anak untuk berkata jujur bisa melatih agar ia terbiasa ketika ia membuat janji dengan orang lain akan berusaha menepatinya. Berkata jujur dapat membuat orang lain percaya kepada kita. Mendidik anak berkata jujur juga menambah nilai-nilai kebaikan pada anak.

5. Melatih Anak Bersikap Amanah

Ketika diberi amanah oleh orang lain kita harus menjaga amanah tersebut dan melaksanakannya. Tanamkan juga pada anak bahwa menjalankan amanah sama dengan orang yang jujur dan bisa menepati janji.

Kesimpulan

Tidak diharuskan bagi orang tua untuk membuat janji terhadap anak. Namun jika sudah berjanji wajib ditepati oleh orang tua.

Tidak menepati janji bisa berdampak panjang pada psikologis anak ke depannya. Agar anak juga bisa menepati janjinya ajarkan anak etika berjanji. 



Referensi:

https://www.guesehat.com/suka-kasih-janji-palsu-kepada-anak-ini-dampaknya

https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/ingat-bun-jangan-umbar-janji-palsu-kepada-anak-ini-alasannya

Related Posts

7 komentar

  1. Setelah membaca artikel ini, aku berasa ngaca banget Kak soalnya dulu bapak (dan keluarganya) sering ingkar janji ke aku sebagai anak. Dampak negatif yang masih aku rasain sampai sekarang tuh aku jadi nggak pernah bisa percaya lagi sama bapak.

    BalasHapus
  2. betul sekali niy mba, saya pernah punya kejadian sama keponakan, saya janji mau beliin barang karena lokasi kami juga beda kota biasanya saya penuhi kalau pas ketemu, tapi dia lewat telepon pernah bilang kayak malas ah kalau tante janji lama nepatinnya. Seolah dia sudah tidak percaya lagi sama kita, dari situ saya kalau ada janji secepatnya saya penuhin, biar dia merasa penting atau merasa tidak dibohongi, jadi memang kita sebagai orang dewasa atau orang tua harus belajar untuk menepati janji kita kepada anak

    BalasHapus
  3. Duh jadi malu,... Masih sering kelupaan janji dengan anak-anak

    BalasHapus
  4. Sama halnya seperti kita yang nggak suka dikasih janji palsu, anak-anak pun sama seperti itu. Meskipun masih kecil, lama-lama mereka juga akan bisa menilai omongan mana yang bisa dipercaya atau tidak.

    BalasHapus
  5. Yang bingungin tuh kadang kita gak merasa janji.. tapi si anak nanggepinnya sebuah janji..trus pas ditagih bingung.. lah perasaan nggak janji tp kok dibilang janji

    BalasHapus
  6. Ternyata begitu berpengaruh yah khususnya untuk tumbuh kembang anak, tapi ternyata ada juga sih cara yang bisa dilakukan oleh orang tua, saya jadi belajar setelah baca artikel ini

    BalasHapus
  7. Ini reminder buatku, mba. Supaya gak gampang memberikan janji buat anak. Terimakasih sudah sharing yaa mba

    BalasHapus

Posting Komentar