cerita mbun

Public Speaking untuk Ibu. Apakah Perlu?

Apakah perlu Public Speaking?

Manusia adalah makshluk sosial yang membutuhkan orang lain. Kita butuh sharing dengan orang lain. Menceritakan banyak hal, bahkan sampai membutuhkan bantuan. Belum lagi kita hidup berdampingan dengan tetangga yang membutuhkan interaksi dengan mereka. Gak mungkin kan kita akan diam terus sendirian di dalam rumah? Hehe.

Untuk itulah public speaking sangat diperlukan bagi semua orang, khususnya bagi seorang Ibu. Public speaking merupakan seni berbicara, agar pembicara bisa berkomunikasi dengan audiensnya. Kalau dulu, public speaking itu diperlukan untuk pekerjaan yang bisa membangun citra untuk klien, namun public speaking sekarang punya makna yang luas bisa mencakup siapa saja termasuk Ibu Rumah Tangga.

Materi public speaking bagi Ibu tersebut disampaikan oleh narasumber pertama oleh Ibu Prisca Octavia seorang lulusan Magister Managemen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Beliau juga sebagai fasilitator Read Aloud di Jakarta Selatan yang sudah mendapatkan sertifikasi. Beliau juga sebagai Volunteer Host Ibu Punya Mimpi. Ini adalah rangkaian belajar dari Ibu Punya Mimpi yang diadakan secara GRATIS pada bulan maret lalu.

Sebegitu luasnya tanpa kita sadari, seorang Ibu yang hidup di masyarakat perlu juga meningkatkan skill public speaking. Karena kita wanita sebagai sentral dalam keluarga yang perlu juga komunikasi yang bagus dengan anggota keluarga. Maka dari itu, Ibu Prisca Octavia membagi wanita kedalam 4 peran.

Peran Wanita Dalam Masyarakat


Dimanapun kita tinggal, public speaking itu perlu ya, Bu. Peran wanita sangat berarti dalam komunikasi. Ibu Prisca membaginya ke dalam 4 peran wanita dalam masyarakat.

1. Produksi

Wanita sebagai pekerja yang menghasilkan barang atau jasa pasti membutuhkan public speaking. Wanita pebisnis yang membutuhkan public speaking untuk meyakinkan klien-nya atau menjaga citra perusahaannya. Apapun profesinya, wanita membutuhkan public speaking untuk berbicara dengan lawan bicaranya.

Sebagai profesional mungkin Ibu membutuhkan investor, komunikasi dengan bank dan lain sebagainya untuk menunjang kelancaran bisnis. Dengan belajar public speaking juga menambah kepercayaan pelanggan kepada kita. 

2. Reproduksi

Peran wanita yang hamil dan melahirkan juga membutuhkan public speaking. Kita butuh bertanya tentang bagaimana kehamilan, dengan berkomunikasi dengan dokter, bidan atau praktisi kehamilan. Kalau kita tidak bisa berkomunikasi dengan mereka, bagaimana kita akan bisa mendapatkan informasi yang jelas seputar kehamilan dan melahirkan?

3. Masyarkat

Wanita sebagai sentral rumah tangga juga berperan di dalam masyarakat. Untuk orang introvert seperti aku yang banyak menghabiskan waktu di dalam rumah, saat statusku menjadi seorang Istri dan Ibu mau tidak mau, aku harus bisa berkomunikasi dengan warga sekitar.

Belum lagi jika ada kumpulan RT, kita akan memberi masukan, tentu masukannya harus yang jelas dan dapat dipahami semua orang yang hadir. Lalu saat pengajian, arisan keluarga atau bahkan berkomunikasi dengan mertua. Mau dong jadi menantu idaman mertua? Hehehe. 

Apalagi komunikasi sama mertua, penting banget ya kalau punya mertua yang beda pendapat sama kita. Perlu public speaking juga dong untuk komunikasi.

Untungnya mertuaku aman aja sih, enak komunikasinya jadi gak perlu banyak effort. Tapi, tentu saja untuk menjaga hubungan komunikasi tersebut aku tetap memerlukan public speaking.

Belum lagi yang anaknya sekolah, perlu komunikasi dengan kepala sekolah, wali kelas dan orang tua murid yang lainnnya. Disebuah komunitas juga perlu, seperti komunitas Ibu Punya Mimpi yang mempunyai volunteer yang banyak.

4. Politik

Wanita yang berkiprah di kancah poitik, jelas membutuhkan public speaking juga. Berkomunikasi dengan pendukung dan masyarakat untuk menyampaikan program-program kerjanya agar bisa dipercaya perkataannya.

Menjadi anggota istri instasnsi pekerjaan suami atau pengurusnya juga kita perlu public speaking untuk bisa mengkomunikasian kegiatan.

Public speaking merupakan bagian dari Komunikasi Interpersonal. Terdapat pertukaran ide, informasi dan kedekatan secara verbal maupun non verbal kepada dua orang atau lebih.”

Pentingnya Mengasah Public Speaking untuk Ibu

Public speaking begitu banyak manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari khususnya bagi seorang Ibu atau calon Ibu. Akupun merasakannya sendiri di rumah bagaimana harus berinteraksi dengan tetangga, tukang sayur, tamu yang ke rumah dan lain-lain. Pentignya mengasah public speaking untuk Ibu.

1. Dapat Menyampaikan Pesan dengan Lebih Baik

Untuk komunikasi dengan pihak luar, kita perlu mengasah public speaking. Cara ibu yang satu dengan yang lain mungkin cara menyampaikannya berbeda. Sehingga mungkin ada saja orang yang tidak selalu mengerti komunikasi kita. 

Kadang apa yang ada dipikiran kita tidak sama dengan apa yang diucapkan karena tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Jadinya "berlibet" gitu yaa, hehe. Untuk itu, kita terus melakukan proses menata komunikasi agar pesan yang dimaksud bisa sampai ke lawan bicara.

2. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Waktu masih gadis kita percaya diri sekali. Ketika menikah dan punya anak, kadang kita merasa kehilangan sama diri sendiri. Akupun merasa gitu ketika lagi ngaca “kok gendut banget, kamu siapa? Wkwkwk.

Public speaking membuat kita lebih mengenali lagi diri kita. Bantu memulihkan lagi apa yang sempat hilang dari diri. Semenjak jadi Ibu, aku sering pelupa. Makanya, perlu diasah lagi hal-hal yang bisa bikin percaya diri.

3. Ibu Sebagai Role Model

Banyak orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh dengan baik, soleh, banyak rezeki, karirnya bagus dan lain sebaginya. Untuk mewujudkan itu, kita juga pelu belajar agar anak mencontoh kita karena orang tua adalah role model bagi anak.

Kita juga sambil belajar ya, Bu. Perspektif public speaking lebih luas lagi bukan hanya formal tapi juga informal, bukan hanya diatas panggung, tapi dalam keluarga di rumah juga perlu public speaking.

Bagaimana Memulai Public Speaking?


Transformasi digital membuat kita bsia dengan mudah belajar. Banya sumber yang bisa kita pelajari dan akses. 

"Ibu...you don’t have to be great to start but you have to start to be great."

1. Bulatkan Tekad untuk Belajar tanpa TAPI

Kita bisa belajar dengan berkomunikasi dengan orang lain dengan pura-pura mengajak suami berkomunikasi atau orang terdekat kita. Waktu kuliah aku kalau mau presentasi suka ngomong sendiri aja di kaca. Soalnya kalau ngajak teman atu kosan sama-sama sibuk belajar semua, hehe.

Bisa juga kita rekam komunikasi kita, lalu kita dengarkan dan minta masukan dari orang lain. Pokoknya harus berani memulai.

2. Ambil Kesempatan

Kalau Ibu ada kesempatan komunikasi dengan banyak orang ambil ya, Bu. Misalkan diminta memberi sambutan atau narasumber di suatu acara. Jadikan kesempatan baik ini untuk belajar.

Aku juga tidak pernah menolak kalau kesempatan ini datang. Walaupun pas mau mulai grogi juga, hehe. Kalau grogi, pengennya pipis Mulu. Tapi, gapapa namanya juga belajar ya. Lama-lama jadi terbiasa.

3. Ajak Orang Terdekat Memberi Masukan

Meminta pendapat orang lain untuk kebaikan kita bagus loh. Gak usah baper kalau dikritik. Dengan belajar dari kesalahan, kita akan semakin terpacu untuk memperbaikinya.

4. Cari Komunitas

Bergabung banyak komunitas membuat kita akan bertemu banyak orang. Public speaking jadi semakin terasah karena kita banyak bicara dengan orang lain.

Penutup

Penting banget kan ya, Bu public speaking itu bagi keseharian kita. Udah ada tips belajarnya di atas nih, Bu. Berani coba gak? Hihi.


Sumber: https://www.maritaningtyas.com/2018/04/belajar-public-speaking-bersama-akademi-bicara.html

Related Posts

Posting Komentar