cerita mbun

Sebelum Mulai MPASI, Ini Tanda Bayi Siap dan yang Perlu Disiapkan

Perhatikan tanda bayi siap mpasi

Menjelang akhir bulan Agustus, ada momen yang terasa istimewa sekaligus bikin jantungku berdebar. Bukan karena jatuh cinta, apalagi GERD, tapi karena adik sebentar lagi mau mulai MPASI.

Ini memang bukan pengalaman pertamaku menyiapkan MPASI. Dulu, saat Aqlan mulai makan, aku juga melewati fase yang sama. Bedanya, waktu itu aku masih banyak melakukan trial and error. Bingung harus mulai dari mana, harus menyiapkan apa, bahkan sampai overthinking takut makanan yang aku buat justru membahayakan anak.

Dari pengalaman bersama abangnya, kali ini aku merasa sedikit lebih siap. Bukan berarti aku sudah tahu semuanya atau yakin semuanya akan berjalan sempurna, ya. Aku hanya mencoba belajar dari pengalaman sebelumnya dan memperbaiki hal-hal yang dulu mungkin belum ku persiapkan dengan baik. 

Aku juga berusaha untuk tidak terlalu banyak ekspektasi. Takutnya, bayangan indah tentang bayi yang langsung lahap makan justru jauh berbeda dengan kenyataan. Namanya juga baru belajar mengenal makanan. Bisa jadi hari pertama hanya beberapa suap, makanan lebih banyak masuk ke celemek, atau malah berakhir di lantai.

Sekarang pun rasanya lebih mudah karena di Buku KIA sudah ada bagian yang membahas tentang MPASI, bahkan dilengkapi dengan contoh resep. Jadi, ibu yang baru pertama kali akan memulai MPASI tidak perlu merasa kebingungan seperti aku dulu. Yang jelas, kali ini aku ingin lebih menikmati prosesnya.

Makanya, sebelum mulai MPASI, yuk kita kenali lagi tanda-tanda bayi sudah siap makan dan apa saja yang perlu dipersiapkan.

Terima kasih ya, Abang. Karena pengalaman MPASI-mu dulu, Mbun jadi belajar lagi untuk menyambut perjalanan makan adik. 


Tanda Bayi Siap MPASI

MPASI adalah singkatan dari Makanan Pendamping ASI. Sesuai namanya, MPASI berfungsi sebagai pendamping ASI ketika kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai meningkat.

Berdasarkan panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kebutuhan asupan bayi usia 6-8 bulan adalah 70% dari ASI (atau susu formula) dan 30% dari MPASI. Dari total kebutuhan energi harian sekitar 200 kilokalori dari makanan padat, selebihnya tetap dicukupi oleh ASI.

Karena itu, di awal pemberian MPASI, ASI tetap menjadi sumber nutrisi penting bagi bayi. Makanan diperkenalkan secara bertahap sesuai dengan usia dan perkembangan kemampuan makannya.

Namun, sebelum buru-buru menyiapkan mangkuk dan sendok lucu, kita juga perlu memastikan bahwa bayi memang sudah siap untuk menerima makanan selain ASI.

Beberapa tanda bayi siap MPASI yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Usia Sekitar 6 Bulan

Secara umum, MPASI mulai diperkenalkan ketika bayi berusia sekitar 6 bulan. Namun, usia bukan satu-satunya patokan. Kita juga perlu melihat kesiapan fisik dan perkembangan bayi.


2. Bisa Duduk dengan Tegak dan Kontrol Kepala Baik

Bayi sudah bisa duduk

Saat makan, bayi perlu berada dalam posisi yang aman. Kemampuan duduk dengan bantuan minimal serta menjaga kepala tetap tegak menjadi salah satu tanda penting sebelum memulai MPASI.


3. Menunjukkan Ketertarikan pada Makanan

Pernah nggak, saat kita makan, bayi malah sibuk memperhatikan makanan di tangan kita? Atau mencoba meraih makanan yang sedang kita makan?

Ketertarikan terhadap makanan juga bisa menjadi salah satu tanda bahwa bayi mulai siap mengenal makanan pendamping ASI.


4. Membuka Mulut saat Ditawari Makanan

Bayi yang siap makan biasanya mulai menunjukkan respons ketika makanan didekatkan, misalnya membuka mulut atau berusaha menerima makanan.

Tidak lagi refleks mendorong makanan keluar dengan lidah.

Bayi yang masih kecil memiliki refleks untuk mendorong benda keluar dari mulut menggunakan lidah. Ketika refleks ini mulai berkurang, bayi menjadi lebih siap untuk belajar menerima dan menelan makanan.

Setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda. Jadi, selain melihat usianya, penting juga untuk memperhatikan tanda-tanda kesiapan lainnya sebelum memulai MPASI.


Hal yang Perlu Disiapkan Seblum Memulai MPASI

Setelah memastikan bayi sudah menunjukkan tanda bayi siap MPASI, sekarang waktunya menyiapkan beberapa kebutuhan untuk menyambut momen makan pertamanya.

Tapi berdasarkan pengalamanku, jangan terlalu berekspektasi bahwa anak akan langsung lahap makan, ya. 😆 Namanya juga baru pertama kali mengenal rasa dan tekstur makanan selain ASI. Bisa saja makanan yang sudah kita siapkan dengan penuh cinta hanya dimakan beberapa sendok.

Berikut beberapa hal yang menurutku perlu disiapkan sebelum memulai MPASI.

1. Perlengkapan Makan

Siapkan perlengkapan makan dasar seperti mangkuk, sendok bayi, cup, dan celemek.

Waktu Aqlan dulu, aku kebetulan mendapatkan cukup banyak hadiah perlengkapan bayi. Jadi, aku tidak perlu terlalu banyak membeli ini dan itu.

Berbeda dengan adiknya sekarang. Karena perlengkapan bekas abangnya sudah tidak semuanya bisa digunakan, aku akhirnya menyiapkan beberapa perlengkapan baru.

Padahal jarak usia mereka sekitar lima tahun, tapi rasanya sekarang perlengkapan bayi semakin banyak pilihannya. Ada berbagai macam mangkuk, sendok, alas makan, hingga perlengkapan lain yang bisa dipilih untuk menemani momen makan si kecil.
Bumbu masak mpasi

Aku sendiri memilih menyiapkan yang benar-benar dibutuhkan saja. Mangkuk, sendok, cup, dan celemek sudah cukup untuk awal.

Kalau lihat Nikita Willy, anaknya makan dengan alas besar yang menutupi area sekitar kursi makan. Jadi, ketika makanan jatuh, tidak langsung mengotori lantai. 😂

Aku sih belum punya yang seperti itu, jadi pakai yang ada saja.

Untuk celemek pun aku tidak mau terlalu banyak membeli dulu. Kebetulan masih ada celemek bekas anak adik iparku yang kondisinya masih layak digunakan.

Lagipula, pengalaman bersama Aqlan membuatku sadar bahwa belum tentu semua perlengkapan terpakai sesuai harapan. Dulu, Aqlan malah tidak betah memakai celemek. Sering ditarik-tarik sampai akhirnya celemeknya lebih sering tidak dipakai. Entah nanti Aghisna suka atau tidak.

2. Kursi Makan

Kursi makan juga menjadi salah satu perlengkapan yang bisa membantu membiasakan anak makan dalam posisi duduk.

Sayangnya, harga high chair memang cukup beragam dan beberapa harganya lumayan mahal. Kalau belum memungkinkan untuk membeli, menurutku tidak perlu memaksakan diri.

Aku sendiri berencana memanfaatkan yang ada terlebih dahulu, salah satunya menggunakan stroller. Hihi.

Selain itu, sekarang juga sudah banyak perlengkapan bayi yang bisa disewa. Jadi, orang tua bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Yang terpenting, saat makan bayi berada dalam posisi yang aman, nyaman, dan memiliki dukungan yang cukup.


3. Peralatan Pengolahan Makanan

Kalau bicara peralatan untuk membuat MPASI, pilihannya banyak banget. Mulai dari panci, kukusan, blender, sampai food processor.

Tapi menurutku, tidak semuanya harus dibeli khusus.

Bunda bisa memanfaatkan peralatan memasak yang sudah tersedia di rumah selama masih layak dan aman digunakan.

Kebetulan, beberapa peralatan masak di rumahku memang sudah mulai tidak layak digunakan. Jadi, aku sekalian membeli chopper yang nantinya tidak hanya digunakan untuk membuat MPASI.

Kalau masa MPASI sudah selesai pun, chopper tersebut masih bisa digunakan untuk membuat bumbu masakan atau camilan di rumah. Jadi, menurutku lebih terasa manfaatnya dalam jangka panjang.

Sebenarnya aku juga pengen beli semua. Tapi untuk saat ini, aku memilih membeli yang paling dibutuhkan terlebih dahulu. Selebihnya bisa sambil berjalan.

4  Bahan Makanan

Sebelum mulai MPASI, aku juga mulai memikirkan bahan makanan yang akan digunakan.

Aku membuat rencana atau jadwal MPASI untuk beberapa hari ke depan. Dari situ, aku jadi punya gambaran bahan apa saja yang perlu disiapkan dan dibeli.
Sayuran untuk mpasi

Aku juga berusaha memilih bahan yang sekalian bisa dimasak untuk keluarga di rumah. Selain lebih praktis, cara ini juga bisa membantu mengurangi risiko bahan makanan terbuang percuma.

Yang penting, pilih bahan makanan yang segar dan simpan dengan baik.

Untuk urusan menu dan pengolahannya, tentu aku masih akan banyak belajar. Yang jelas, aku ingin mengenalkan berbagai rasa secara bertahap kepada Aghisna.

Jujur, makin dekat hari H malah makin deg-degan. Semoga Aghisna suka masakan Mbun, ya!

5. Pengetahuan Orang Tua


Menurutku, ini justru salah satu persiapan yang paling penting. Orang tua juga perlu mencari informasi dan belajar tentang MPASI. Karena MPASI bukan hanya soal memasukkan makanan ke mulut bayi, tetapi juga bagaimana kita mendampingi anak belajar makan.

Kita perlu memahami cara memberikan makanan dengan aman, mengenali risiko tersedak, memilih bahan makanan yang sesuai, serta memahami kebutuhan nutrisi anak.

MPASI juga bukan sekadar mencampur berbagai bahan menjadi satu mangkuk. Kita tetap perlu memperhatikan keberagaman makanan agar kebutuhan gizinya dapat terpenuhi.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah belajar untuk sabar. Karena mungkin nanti ada hari ketika makanan yang sudah dimasak dengan susah payah hanya dimakan tiga sendok. Ada hari ketika bayi lebih tertarik memainkan makanannya. Bahkan mungkin ada hari ketika kita merasa, “Kok makan anak orang lain kelihatannya gampang banget?” 

Penutup

Memulai MPASI memang bisa menjadi momen yang mendebarkan, apalagi bagi orang tua yang baru pertama kali mengalaminya.

Tapi dari pengalamanku bersama Aqlan dulu, aku belajar bahwa kita tidak harus menyiapkan semuanya dengan sempurna.

Yang penting, pastikan bayi sudah menunjukkan tanda siap MPASI, siapkan perlengkapan dasar sesuai kebutuhan, dan bekali diri dengan pengetahuan yang cukup.

Nggak perlu membeli semua perlengkapan mahal. Nggak perlu juga berekspektasi bayi akan langsung lahap sejak suapan pertama.

Karena pada akhirnya, MPASI adalah sebuah proses belajar.

Bayi belajar mengenal rasa, tekstur, dan cara makan. Sementara kita sebagai orang tua juga belajar untuk lebih sabar, lebih fleksibel, dan menerima bahwa kenyataan kadang tidak selalu sesuai dengan rencana. 

Nah, sekarang tinggal menunggu waktu Aghisna benar-benar memulai perjalanan MPASI-nya.

Duh, Mbun sudah deg-degan dari sekarang. Semoga nanti kita bisa sama-sama menikmati prosesnya, ya, Nak. 





Sumber:

https://puskesmaskalitanjung.cirebonkota.go.id/artikel/tanda-bayi-siap-mpasi-kenali-sebelum-memberikan-makanan-pendamping-asi

Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar